Gaya Bahasa Shakespeare (1)

Pengaruh Shakespeare dalam Bahasa Masa Kini

- detikHot
Senin, 02 Jun 2014 12:03 WIB
Dok: Wikipedia
Jakarta - Pada 26 April lalu, para pecinta seni dan budaya merayakan ulang tahun William Shakespeare ke-450. Bila Anda salah satu orang yang melewatkan momen ini begitu saja, bisa jadi, pengaruh karya Shakespeare tidak terlalu 'penting' untuk Anda.

Tapi disadari atau tidak, menurut seorang penulis lulusan Sastra Inggris di Cambridge University, Hephzibah Anderson, kita seringkali menggunakan istilah yang dituliskan oleh sang maestro dalam keseharian.

Karya-karyanya seperti As You Like It, Romeo and Juliet, Hamlet atau The Tempest menjadi sangat tersohor, mengisi berbagai panggung teater, hingga dijadikan film yang laris di pasaran.
"Selama 52 tahun masa hidupnya, ia telah memperkaya bahasa Inggris. Bisa dibilang mustahil untuk mengukur sedalam apa dampaknya. Tanpanya kosa kata kita akan sangat berbeda," kata Hephzibah Anderson, dilansir BBC (02/05/2014).
Menurut Hephzibah, Shakespeare memiliki cara yang unik dan jelas untuk mengekspresikan harapan juga kesengsaraan, rasa sakit dan dendam, juga cinta dan nafsu badaniah. "Meski kamu tidak pernah membaca karyanya, atau menonton teater atau filmnya. Anda pasti mengutip perkataannya, ini hampir tak mungkin dielakkan."

Karya Shakespeare pada masanya dianggap sebagai sebuah karya seni yang tinggi. Pengaruh karyanya banyak menjadi sumber inspirasi bagi para seniman untuk membuat lukisan, opera dan pertunjukan ballet.
Ingin tahu sejauh mana karya Shakespeare menjadi inspirasi untuk terbitnya kreasi lain? Pada tahun 1970-an, penulis lagu Nick Lowe menuliskan tembang bertajuk, Cruel to be Kind. Judul tersebut diambil dari karya Shakespeare bertajuk Hamlet dalam sebuah dialog, “I must be cruel only to be kind.
Hamlet juga muncul dalam sebuah adaptasi teater karya Agatha Christie bertajuk, The Mousetrap. Sutradara kondang Alfred Hitchcock mengadaptasi ini menjadi sebuah film thriller, North by Northwest. Masih banyak lagi orang kreatif yang terpengaruh oleh Shakespeare dalam membuat karya. Seperti karya David Foster Wallace bertajuk Infinite Jest. Lalu Ruth Rendell pada buku Cunning, dan sebagainya.

Bahkan kelompok musik masa kini Mumford and Sons memberikan nama bagi album mereka Sigh No More. Judul tadi mereka pinjam dari frase karya Shakespeare, Much Ado About Nothing. Begitu juga kelompok musik Iron Maiden dalam lagu Where Eagles Dare, yang mirip salah satu kutipan dalam karya Shakespeare, Richard III.



(ass/ich)