Penuh Perdebatan, Cincin Sultan Asal India Akhirnya Dilelang di Christie's

Penuh Perdebatan, Cincin Sultan Asal India Akhirnya Dilelang di Christie's

- detikHot
Jumat, 23 Mei 2014 16:15 WIB
Penuh Perdebatan, Cincin Sultan Asal India Akhirnya Dilelang di Christies
Jakarta - Melelang benda-benda seni, antik dan langka sebenarnya menjadi hal biasa untuk rumah lelang Christie's. Namun lelang yang dilakukan beberapa hari lalu tiba-tiba saja jadi perdebatan. Pasalnya seperti diberitakan BBC (22/5/2014) kali ini obyek lelang Christie's adalah benda yang sangat unik.

Sebuah cincin emas berkepala segi delapan yang dilelang itu diakui staf Christie's dulu adalah milik Sultan Fateh Ali Tipu atau Sultan Tipu dari India yang hidup di abad ke 18.

Sultan Tipu dikenal sebagai pemimpin yang progresif. Juga dikenal dengan julukan macan dari Mysore. Sultan Tipu memerintah negara selama 17 tahun setelah menggantikan ayahnya, Hyder Ali.

Petugas lelang mengatakan, "Sangat mengejutkan bahwa pada cincin ini terukir nama Ram, dewa umat Hindu, tapi dikenakan oleh seorang ksatria besar Muslim." Ada yang mengatakan cincin ini menunjukkan betapa sang raja bersikap sangat toleran pada umat Hindu pada masanya.

Cincin itu diduga dilepaskan dari tubuh Sultan Tipu, pada akhir tahun 1799 pada pertempuraan Srirangappatinam. Saat itu Sultan Tipu sedang bertempur melawan tentara dibawah British East India Company's. Ada dugaan cincin itu dicuri darinya saat dia tergeletak tak bernyawa oleh seorang jenderal Inggris.

Terakhir dikabarkan di Christie's cincin itu laku hingga Β£145,000 atau sekitar Rp 2,8 miliar. Dengan berat 41,2 gram cincin terjual secara tertutup tanpa diketahui siapa yang melakukan penawaran tertinggi. Harga terakhir menunjukkan ada kenaikan hingga 10 kali lipat dari harga awal yang ditawarkan di Christie's London.

Cincin tetap di lelang di Christie's meski banya kritik seputar benda itu dari beberapa pihak. "Pemerintah India harus menggunakan semua sumber ada mulai dari hukum, diplomatik untuk mendapatkan kembali cincin itu," kata Profesor F. Settar dari India's National Institute of Advanced Studies, awal bulan lalu.

Jika pelelangan cincin bisa dihentikan, kata Settar, para filantropis India harus rela mengeluarkan uang untuk membeli cincin itu atas nama bangsa. Tak diketahui apakah pemilik baru cincin itu yang membeli lewat lelang juga berkebangsaan India.

Kelompok lain yang menyebut diri Tipu Sultan United Front juga mendesak pemerintah India untuk mencegah penjualan cincin itu. Cincin ini sebelumnya sudah didaftarkan akan dilelang pada tahun 2012 oleh Christie's tapi dibatalkan.




(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads