Merunut Perjalan Budaya Arab di Indonesia Lewat Seni Rupa

Pameran Manifesto No.4: Keseharian (6)

Merunut Perjalan Budaya Arab di Indonesia Lewat Seni Rupa

- detikHot
Rabu, 21 Mei 2014 17:44 WIB
Merunut Perjalan Budaya Arab di Indonesia Lewat Seni Rupa
(Astrid Septriana/detikHOT)
Jakarta - Dalam pameran manifesto keempat yang diadakan pada 20 Mei hingga 7 Juni 2014, di Galeri Nasional, Jakarta ada beragam jenis karya dengan berbagai medium yang digunakan oleh 79 orang seniman yang terlibat. Mereka juga dibebaskan untuk mengekspresikan gagasan dalam berbagai bentuk mulai dari lukisan, patung, instalasi hingga video maupun foto.

Namun, semua dibatasi dengan sebuah tema besar yakni keseharian. Salah satu peserta, Saleh Husein misalnya menyajikan karyanya yang bertajuk Genetik Marker. Di sini ia mengangkat soal keluarganya yang terkait dengan pencarian asal usul masuknya Arab ke Indonesia.

Di pameran ini ia menyajikan karya berupa instalasi di dinding yang menggambarkan silsilah keluarganya, Bin Mahfudz. Ini dilengkapi dengan sebuah gambar ilustrasi pengantin Arab-Indonesia, yang mana salah satunya adalah figur dirinya bersama pasangan.

Seniman yang akrab disapa Ale itu memiliki opsi karya lain untuk melengkapi instalasi silsilah keluarganya, namun dengan pertimbangan bahwa silsilah bisa terus bergulir dengan adanya pernikahan. Maka ia pikir akan lebih kuat karyanya, bila disandingkan dengan ilustrasi pengantin tadi.

Ale sudah beberapa kali menyajikan karyanya di perhelatan seni lainnya dari hasil riset dan temuannya seputar topik ini, seperti di Jakarta Biennale 2014. Ia memiliki beberapa seri karya yang berbeda dari penggalian tentang perjalanan masuknya Arab ke Indonesia.

"Dari berdasarkan keluarga gue sendiri, gue menemukan banyak hal seperti ngomongin migrasi, kebijakan, politik dan lainnya," kata Ale kepada detikHOT (20/05/2014) Di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.

Riset Ale terus berkembang, karena setiap satu terminologi yang ia temukan ternyata bisa terus memproduksi pertanyaan lainnya. Misalnya ia jadi menyentuh soal pernikahan antar pasangan Arab-Indonesia, yang ia tuangkan dalam dua karya ilustrasi pengantin.

Dari sini ada hal menarik yang ia temukan, selain untuk penyebaran keturuan Arab melalui reproduksi ini juga dilalui dengan sifat adaptatif dari budaya Arab.

"Karena pernikahan itu kan penyebaran keturanan Arab jadi lebih cepat. Selain itu, gue juga menemukan kalau orang Arab itu mengikuti kultur pernikahan orang Indonesia, di gambar itu kan lo bisa lihat, pria Arab pakaiannya nasional dan yang perempuan dengan pakaian daerah. Jadi yang gue lihat secara enggak langsung orang-orang Arab ini mengkuti konteks budaya yang ada, dia sangat adaptatif dan ini penting," papar Ale.



Selain mengelola konten karyanya dengan riset yang mendalam, Ale juga punya pandangannya sendiri mengenai medium yang ia gunakan dalam mempresentasikan karyanya.

"Kalau gue maunya disiplin juga di medium. Ketika lo membicarakan hal yang sekarang, lo juga bicara tentang memori juga. Jadi gunakan medium-medium yang berhubungan dengan memori," kata Ale.

"Terus gue enggak mau segala sesuatu itu netral, gue kepingin medium dengan apa yang akan gue bicarakan itu berkaitan. Ini yang paling penting Jadi menurut gue, gue enggak mencoba untuk mempercantik, atau membuat ini jadi keren. Pertimbangannya apakah ini tepat, kalau tepat akan gue lakukan," tambahnya.


(ass/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads