Saleh Husein Sapa Leluhur Lewat Seni Instalasi

Pameran Manifesto No.4: Keseharian (5)

Saleh Husein Sapa Leluhur Lewat Seni Instalasi

- detikHot
Rabu, 21 Mei 2014 17:02 WIB
Saleh Husein Sapa Leluhur Lewat Seni Instalasi
(Astrid Septriana/detikHOT)
Jakarta - Pria berdarah Indonesia-Arab, Saleh Husein tidak mau pasrah menerima begitu saja hal-hal yang terberi dalam kehidupannya. Tentu ada pilihan untuk tidak memikirkan lebih jauh perihal yang terberi tadi, seperti ras, jenis kelamin maupun agama.

Tapi Ale, demikian seniman muda itu akrab disapa, justru menelusuri ini sebagai sumber inspirasi yang bisa terus digali untuk menghasilkan karya seni. Dalam pameran manifesto yang bertema keseharian ini, Ale menyajikan karya instalasi di dinding bertajuk Genetik Marker.

Di sini ia menyajikan dua karya sketsa pengantin Arab-Indonesia dan sebuah peta silsilah keluarganya selama beberapa generasi.

Pada penelusurannya ini, patron kerja Ale adalah untuk mengetahui asal usul ras Arab sampai di Indonesia. "Awalnya terpikir sebuah pertanyaan sederhana, kenapa gue ada di Indonesia?" ujar Ale kepada detikHOT (20/05/2014) di Galeri Nasional, Jakarta Pusat.

"Dan sebenarnya kita di Indonesia kan bukan orang-orang Indonesia asli yang datang ke sini langsung. Jangan-jangan kita punya nenek moyang yang memang bukan dari Indonesia," tambahnya.

Dalam hal ini, apa yang ia temukan adalah kakeknya bisa sampai ke sini karena melakukan perjalanan. Mengetahui fakta ini pertanyaan pun berkembang, ia ingin tahu lebih jauh alasan kakeknya melakukan perjalanan.



Instalasi ini pertama kali ia buat pada 2012 silam dan pernah dipamerkan. Namun sama seperti perkembangan generasi yang turun-temurun, karya seninya yang berbasis silsilah keluarga ini pun turut berkembang dari apa yang pernah ia pamerkan sebelumnya.

"Karya ini organik karena berdasarkan riset, jadi riset itu berkembang terus. Apalagi seperti silsilah keluarga, ke bawahnya akan nambah terus, sejak yang dua tahun lalu gue pamerin, jadinya akan berbeda," ujarnya.

Karya Ale bila dikaitkan dengan tema yang memayungi pameran ini, yaitu keseharian sangat relevan. Ia mempresentasikan apa yang ia lihat dengan pisau bedah nan kritis, menggali lewat penelitian dan wacana yang tersebar dalam masyarakat.


(ass/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads