Buku 'Jejak Lukisan Palsu' Dipicu Oleh Pembukaan OHD Museum?

Jejak Lukisan Palsu di Indonesia (6)

Buku 'Jejak Lukisan Palsu' Dipicu Oleh Pembukaan OHD Museum?

- detikHot
Senin, 19 Mei 2014 15:59 WIB
Buku Jejak Lukisan Palsu Dipicu Oleh Pembukaan OHD Museum?
Dok.Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Ada kabar mengejutkan saat peluncuran buku 'Jejak Lukisan Palsu' diluncurkan beberapa waktu lalu. Konon buku ini diluncurkaan karena dipicu oleh pembukaan gedung ketiga dari Oei Hong Djien (OHD) Museum tahun 2012 lalu. Benarkah?

Ya, ternyata hal itu tak sekadar rumor, seperti ditegaskan oleh Ketua Perkumpulan Pecinta Senirupa Indonesia (PPSI) Budi Setiadharma. "Kami yang berdiri di sini mempertanyakan koleksi dari OHD Museum pas dibuka 2012 lalu dan menelusurinya," kata Budi saat peluncuran buku itu di Galeri Nasional beberapa waktu lalu.

Buku yang diisi tulisan para kolektor, pecinta seni, hingga kepolisian itu sebelum penyusunannya juga diiringi berbagai kondisi. Dimulai saat peluncuran buku 'Lima Maestro', para kolektor dan OHD sudah berkumpul terus menerus. "Kumpul tiap dua minggu sekali, dan ribut mulu," kata Budi.

Akhirnya, kubu para pecinta seni terbagi dua. Mereka yang menulis di buku ini adalah yang menduga koleksi-koleksi OHD Museum palsu. Setelah penyiapan materi selama satu tahun dan penulisan di tahun berikutnya, buku itu pun rampung.

"Buku ini bukan untuk kepentingan anggota perkumpulan, tapi kami menginginkan agar kebudayaan Indonesia bisa benar dan membuat satu referensi yang komprehensif," ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh kolektor Hauw Ming yang dulunya adalah Ketua Asosiasi Pecinta Seni Indonesia. Jika koleksi karya seni hanya disimpan pribadi tak jadi soal, namun jika sampai dibuatkan museum sehingga publik harus membayar tiket masuk Rp 100 ribu, itu permasalahannya.

"Publik mempertanyakan keabsahan koleksinya. Maka kami berikan buku ini. Buku berbanding buku, dan koleksi di pameran kami juga sertakan," katanya.

Hauw Ming yang kini menjadi sekretaris dari PPSI juga menegaskan dengan adanya buku ini bukan seperti menyerang OHD. Pihaknya hanya ingin membuka pemikiran para penulis buku agar para pembaca mampu menelaah dengan teliti.

"Kami juga ingin memancing para kolektor agar membuka diri dan berani berbicara terhadap isu ini," ujar editor buku 'Jejak Lukisan Palsu', Bambang Bujono kepada detikHOT.

Mereka yang menulis di buku ini di antaranya Syakieb Sungkar, Agus Dermawan T, Mikke Susanto, Seno Joko Suyono, Aminudin TH Siregar, Asiong, Nicholas Eastaugh, Agus Sardjono, Jusuf Wanandi, Fadli Zon, dan lain-lain.

(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads