Serba Serbi Unik di Rumah Agus Kuncoro

Nyeni dan Naturalnya Rumah Agus Kuncoro (9-habis)

Serba Serbi Unik di Rumah Agus Kuncoro

- detikHot
Jumat, 16 Mei 2014 17:53 WIB
Serba Serbi Unik di Rumah Agus Kuncoro
Jakarta - Melintasi jalanan di wilayah Kompleks IKPN yang berada di bilangan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, kita masih bisa temui nuansa yang adem. Berkat adanya jajaran pohon dan sebuah taman bermain. Persis di hadapan taman bermain yang difasilitasi dengan mainan anak-anak ini, adalah rumah seorang artis bernama Agus Kuncoro.

Halaman depan rumahnya diberi sudut khusus untuk tanaman hijau tumbuh berkembang. Dari pagar, kita akan masuk ke garasi mobilnya yang memanjang ke arah belakang. Memasuki ruang tamu, kita akan melalui sebuah pintu kaca transparan dengan kursi dan meja dalam ruang yang nampak bak koridor. Karakter bangunannya tampak alami sekaligus etnik dengan sentuhan elemen batu yang saling menumpuk di dindingnya.

Namun ini hanyalah salah satu keunikannya. Berikut adalah rangkuman detikHOT untuk inspirasi griya unik milik Agus Kuncuro.

Serba Serbi Unik di Rumah Agus Kuncoro

Memasuki ruang tamu, kita akan melalui sebuah pintu kaca transparan dengan kursi dan meja dalam ruang yang nampak bak koridor. Karakter bangunannya tampak alami sekaligus etnik dengan sentuhan elemen batu yang saling menumpuk di dindingnya.

Gaya Jawa nan Hangat

Dari ruang tamu rumahnya, keunikannya sudah terpapar jelas. Ruang berbentuk persegi panjang ini, sengaja diberi penerangan temaram. Karakter lampunya yang kuning, menghangatkan ruang yang dijejali dinding dengan merahnya batu bata. Di sana juga diletakkan beberapa furnitur kayu, yang menambah kesan tradisional.

Ia juga memajang lukisan pria yang mengenakan pakaian adat Jawa, ini dipercantik dengan hiasan piring dan frame untuk cermin. Kesan antik dan tradisional tak terelakkan. Ruang ini nampaknya hanyalah sebuah ruang singgah, atau tempat di mana para penghuninya berlalu lalang. Karena di ujung ruang berlantai terakota ini, ada deretan anak tangga beralas papan kayu.

"Kalau lantai dasar ini sebenarnya dibangun seperti ini untuk mengingatkan saya, kalau saya orang Jawa," jelasnya. "Makanya nuansanya itu lebih yang ke tradisional."

Gaya Jawa nan Hangat

Dari ruang tamu rumahnya, keunikannya sudah terpapar jelas. Ruang berbentuk persegi panjang ini, sengaja diberi penerangan temaram. Karakter lampunya yang kuning, menghangatkan ruang yang dijejali dinding dengan merahnya batu bata. Di sana juga diletakkan beberapa furnitur kayu, yang menambah kesan tradisional.

Ia juga memajang lukisan pria yang mengenakan pakaian adat Jawa, ini dipercantik dengan hiasan piring dan frame untuk cermin. Kesan antik dan tradisional tak terelakkan. Ruang ini nampaknya hanyalah sebuah ruang singgah, atau tempat di mana para penghuninya berlalu lalang. Karena di ujung ruang berlantai terakota ini, ada deretan anak tangga beralas papan kayu.

"Kalau lantai dasar ini sebenarnya dibangun seperti ini untuk mengingatkan saya, kalau saya orang Jawa," jelasnya. "Makanya nuansanya itu lebih yang ke tradisional."

Membagi Ruang Terinspirasi Bentuk Tubuh

Sampai di lantai dua, nuansa cerah, hangat, klasik tapi juga minimalis sangat terasa. Ini berkat banyaknya kaca dan sebuah ruang hijau di tepi rumahnya. "Kalau jam setengah sembilan pagi, ini cahaya yang masuk ke rumah saya luar biasa," jelasnya.

Ruang yang lapang tanpa pembagian dinding, berikan kesan luas pada rumahnya. "Dulu saya minta ruang, di kepala saya sudah terbayang akan seperti apa. Maka saya hanya minta pembagian ruang. Saya sendiri membatasinya itu dengan lantai yang berbeda-beda." Tapi tiap ujung harus memiliki jembatan atau pengantar, sama seperti tubuh manusia.

Membagi Ruang Terinspirasi Bentuk Tubuh

Sampai di lantai dua, nuansa cerah, hangat, klasik tapi juga minimalis sangat terasa. Ini berkat banyaknya kaca dan sebuah ruang hijau di tepi rumahnya. "Kalau jam setengah sembilan pagi, ini cahaya yang masuk ke rumah saya luar biasa," jelasnya.

Ruang yang lapang tanpa pembagian dinding, berikan kesan luas pada rumahnya. "Dulu saya minta ruang, di kepala saya sudah terbayang akan seperti apa. Maka saya hanya minta pembagian ruang. Saya sendiri membatasinya itu dengan lantai yang berbeda-beda." Tapi tiap ujung harus memiliki jembatan atau pengantar, sama seperti tubuh manusia.

Ahli Feng Shui Bantu Ubah Kondisi Rumah

Agus pun bercerita ada beberapa bagian di rumahnya yang musti diubah lagi setelah ada seorang ahli Feng Shui datang ke rumahnya. Pintu kaca yang terkesan ringan , terbuka sekaligus menarik secara estetis ini sebelumnya adalah pintu gebyok bernuansa tradisional.

"Di bawah itu pakai pintu kaca, karena kan memang lantai dasar cuma lorong saja. Sebelumnya dulu pakai pintu gebyok 16 meter," ujarnya. Pintu itu ia dapatkan dari bangunan lama rumahnya, yang ia rombak menjadi rumahnya sekarang ini.

"Lalu ada orang yang mengerti Feng Shui datang, ia bilang kalau pintu rumah itu harus dibangun bersamaan dengan saat rumah itu dibangun. Harus sama-sama baru, karena kamu dulu enggak tahu pintu rumah ini bekas rumahnya perampok, atau pemimpin atau apa." Perubahan ini juga ia berikan pada dapurnya yang bernuansa cerah, yang berada di lantai dua rumahnya ini ia juga sempat melakukan perombakan. "Tadinya di dapur, di belakangnya itu ada akuarium panjang di dindingnya."

Ahli Feng Shui Bantu Ubah Kondisi Rumah

Agus pun bercerita ada beberapa bagian di rumahnya yang musti diubah lagi setelah ada seorang ahli Feng Shui datang ke rumahnya. Pintu kaca yang terkesan ringan , terbuka sekaligus menarik secara estetis ini sebelumnya adalah pintu gebyok bernuansa tradisional.

"Di bawah itu pakai pintu kaca, karena kan memang lantai dasar cuma lorong saja. Sebelumnya dulu pakai pintu gebyok 16 meter," ujarnya. Pintu itu ia dapatkan dari bangunan lama rumahnya, yang ia rombak menjadi rumahnya sekarang ini.

"Lalu ada orang yang mengerti Feng Shui datang, ia bilang kalau pintu rumah itu harus dibangun bersamaan dengan saat rumah itu dibangun. Harus sama-sama baru, karena kamu dulu enggak tahu pintu rumah ini bekas rumahnya perampok, atau pemimpin atau apa." Perubahan ini juga ia berikan pada dapurnya yang bernuansa cerah, yang berada di lantai dua rumahnya ini ia juga sempat melakukan perombakan. "Tadinya di dapur, di belakangnya itu ada akuarium panjang di dindingnya."

Hunting Barang Antik

Di ruang keluarganya terpajang rapih, sebuah pajangan balon udara yang vintage, alat musik akordeon, radio yang jadul. Ia juga memiliki sebuah set sound system lawas yang ia manfaatkan sebagai meja pajangan. Semua ini mempermanis nuansa rumahnya.

"Banyak barang antik juga itu saya hunting kemana-kemana. Misalnya kalau saya lagi syuting kadang melihat benda-benda yang bagus di rumah yang jadi lokasi syuting. Jadi saya berpikir, gimana caranya si pemiliknya mau jual ke saya atau kasih ke saya."

Bahkan, pria yang pernah menuntut ilmu di Instituk Kesenian Jakarta (IKJ) dari jurusan seni patung ini juga tak enggan belanja barang antik di pasar-pasar loak.

Hunting Barang Antik

Di ruang keluarganya terpajang rapih, sebuah pajangan balon udara yang vintage, alat musik akordeon, radio yang jadul. Ia juga memiliki sebuah set sound system lawas yang ia manfaatkan sebagai meja pajangan. Semua ini mempermanis nuansa rumahnya.

"Banyak barang antik juga itu saya hunting kemana-kemana. Misalnya kalau saya lagi syuting kadang melihat benda-benda yang bagus di rumah yang jadi lokasi syuting. Jadi saya berpikir, gimana caranya si pemiliknya mau jual ke saya atau kasih ke saya."

Bahkan, pria yang pernah menuntut ilmu di Instituk Kesenian Jakarta (IKJ) dari jurusan seni patung ini juga tak enggan belanja barang antik di pasar-pasar loak.

8 Sepeda Percantik Rumah

ia memampang dua sepeda balap yang gagah di dindingnya. "Sepeda-sepeda single-speed ini bekas dipakai di velodrome, ini dulu para juara ini yang pakai. Jadi, sepeda ini bekas para atlet juara Indonesia .Ini detail barangnya gila semua ini," paparnya bersemangat.

Di kamarnya juga terdapat sepeda yang bertengger cantik di dinding merahnya. Begitu juga di ruang tengahnya. Empat sepeda lainnya terparkir rapi di lantai dasar rumahnya, ini adalah sepeda-sepeda yang masih rutin ia pakai pada hari Sabtu atau Minggu.

8 Sepeda Percantik Rumah

ia memampang dua sepeda balap yang gagah di dindingnya. "Sepeda-sepeda single-speed ini bekas dipakai di velodrome, ini dulu para juara ini yang pakai. Jadi, sepeda ini bekas para atlet juara Indonesia .Ini detail barangnya gila semua ini," paparnya bersemangat.

Di kamarnya juga terdapat sepeda yang bertengger cantik di dinding merahnya. Begitu juga di ruang tengahnya. Empat sepeda lainnya terparkir rapi di lantai dasar rumahnya, ini adalah sepeda-sepeda yang masih rutin ia pakai pada hari Sabtu atau Minggu.

Anak Boleh Bikin Mural di Dinding Rumah

Dengan memanfaatkan ruang di rumahnya, Agus membuat sebuah loteng beratap kayu khas loteng-loteng di dongeng klasik. Ruang ini tampak hangat dan jadi impian semua anak kecil.

"Ini loteng untuk bermain anak," kata Agus. Di sini terdapat tenda kecil bergaya Princess ala Disney, kuda-kudaan dan berbagai jenis mainan kreatifitas anak. Ruang ini bisa dibilang cukup luas, tak heran Agus bercerita bahwa anaknya yang akrab disapa Keyra seringkali memboyong teman-temannya bermain di sini.

"Pokoknya ini untuk dia bermain dengan teman-temannya." Agus dan Anggia pun memberi keleluasaan bagi putrinya untuk mencorat-coret tembok dengan krayon di dinding loteng ini. "Biarian anak saya mau corat-coret di sini enggak apa-apa. Sekalian belajar menggambar, belajar bikin mural he-he-he," ujarnya.

Anak Boleh Bikin Mural di Dinding Rumah

Dengan memanfaatkan ruang di rumahnya, Agus membuat sebuah loteng beratap kayu khas loteng-loteng di dongeng klasik. Ruang ini tampak hangat dan jadi impian semua anak kecil.

"Ini loteng untuk bermain anak," kata Agus. Di sini terdapat tenda kecil bergaya Princess ala Disney, kuda-kudaan dan berbagai jenis mainan kreatifitas anak. Ruang ini bisa dibilang cukup luas, tak heran Agus bercerita bahwa anaknya yang akrab disapa Keyra seringkali memboyong teman-temannya bermain di sini.

"Pokoknya ini untuk dia bermain dengan teman-temannya." Agus dan Anggia pun memberi keleluasaan bagi putrinya untuk mencorat-coret tembok dengan krayon di dinding loteng ini. "Biarian anak saya mau corat-coret di sini enggak apa-apa. Sekalian belajar menggambar, belajar bikin mural he-he-he," ujarnya.
Halaman 2 dari 14
(ass/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads