Lantai Dasar Rumah Agus Kuncoro, Bergaya Jawa nan Hangat

Nyeni dan Naturalnya Rumah Agus Kuncoro (1)

Lantai Dasar Rumah Agus Kuncoro, Bergaya Jawa nan Hangat

- detikHot
Jumat, 16 Mei 2014 09:20 WIB
Lantai Dasar Rumah Agus Kuncoro, Bergaya Jawa nan Hangat
Dok.Astrid Septriana/ detikHOT
Jakarta - Melintasi jalanan di wilayah Kompleks IKPN yang berada di bilangan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, masih bisa ditemui nuansa yang adem. Berkat adanya jajaran pohon dan taman bermain. Persis di hadapan taman yang difasilitasi dengan mainan anak-anak ini, adalah rumah seorang aktor bernama Agus Kuncoro.

Halaman depan rumahnya diberi sudut khusus untuk tanaman hijau tumbuh berkembang. Dari pagar, terlebih dahulu masuk ke dalam garasi mobilnya yang memanjang ke arah belakang.

Memasuki ruang tamu, akan melewati sebuah pintu kaca transparan dengan kursi dan meja dalam ruang yang nampak bak koridor. Karakter bangunannya tampak alami sekaligus etnik dengan sentuhan elemen batu yang saling menumpuk di dindingnya.

Namun ini hanyalah awal. Nuansa berbeda akan kita temui di lantai atas rumahnya. Jangan lewatkan laporan detikHOT untuk inspirasi griya unik milik Agus Kuncuro.

***

Meneruskan kisah dari ruang tamu rumahnya. Keunikannya sudah terpapar jelas. Ruang berbentuk persegi panjang ini, sengaja diberi penerangan temaram. Karakter lampunya yang kuning, menghangatkan ruang yang dijejali dengan dinding merah batu batanya. Di sana juga diletakkan beberapa furnitur kayu, yang menambah kesan tradisional.

Ia juga memajang lukisan pria yang mengenakan pakaian adat Jawa. Ditambah dipercantik dengan hiasan piring dan frame untuk cermin. Kesan antik dan tradisional pun tak terelakkan.

Ruangan ini nampaknya hanya sebuah ruang singgah, atau tempat di mana para penghuninya berlalu lalang. Karena di ujung ruang berlantai terakota ini, ada deretan anak tangga beralas papan kayu.

"Kalau lantai dasar ini sebenarnya dibangun seperti ini, untuk mengingatkan saya kalau saya orang Jawa," jelasnya kepada detikHOT di kediamannya Rabu (14/5/2014).



"Makanya nuansanya itu lebih yang ke tradisional," singkatnya. Sedangkan untuk menampilkan kesan tersendiri dari paparan batu bata yang tidak diplester apalagi diberi warna cat dinding, ia perlu melakukan usaha ekstra.

"Agar kesan ini muncul, itu saya sengaja pilih lantai terakota dan kenapa semennya saya pasang di dalam supaya enggak kelihatan dari luar," tuturnya. Bahkan untuk lantai terakota ia punya cerita lain.

Menurut pria kelahiran 11 Agustus 1972 ini, lantai terakota dengan motifnya yang khas, dulu belum banyak bisa ditemukan. Sementara kini, para peminat lantai terakota bisa membelinya dari sebuah pabrik di Yogyakarta.

"Saat saya bangun rumah ini, dulu belum musim lantai terakota. Sekarang ada pabriknya di Yogyakarta. Jadi dulu saya musti menunggu bongkaran dari rumah-rumah yang ada di Kota. Jadinya saya cuma dapat segitu."




(ass/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads