Pada tahun 1842 Mendelsson diminta membuat komposisi pesanan dari sebuah lembaga seni. Setelah jadi Mendelssohn mengirimkannya Johann Valentin Teichmann, manajer sebuah teater di Berlin, Jerman. Nah, bagaimana kini naskah komposisi itu bisa muncul dan ditemukan di Amerika Serikat masih jadi misteri.
Bersama naskah itu Mendelsson menyertai sebuah surat yang isinya meminta agar komposisi itu tidak disebarkan ke banyak orang. Hanya orang-orang tertentu yang diizinkan untuk menikmati alunannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komposisi karya Mendelssohn berjudul 'The Heart of Man Like a Mine' itu bulan Juni mendatang akan dilelang di Christie's. Diperkirakan harganya bisa mencapai antara Β£15 - 25 ribu.

Senior spesialis manuskrip Christie's, Thomas Venning mengatakan, "Ini adalah penemuan yang sangat menyenangkan. Lagu ini selama ini hanya diperdengarkan pada publik yang terbatas, sangat privat, dan kita tahu bahwa Mendelssohn sendiri membatasi peredaran komposisi ini."
"Manuskripnya telah hilang selama 140 tahun, jadi sepertinya kita memiliki sebuah karya musik dari komposer yang hebat, yang tak pernah didengarkan oleh satupun orang yang hidup saat ini," kata Venning keada BBC (6/5/2014).
Komposisi ini berisi hanya 29 bar dari suara alto dan piano pada nada A mayor yang flat."Sangat sederhana, pendek tapi dengan melody yang memikat dan mendayu-dayu. Saya sendiri tak sabar untuk mendengarnya."
Teks lagunya sendiri diambil dari stanza kedua dari puisi Friedrich Ruckert berjudul 'Das Unveranderliche'. Isinya tentang membandingkan hati manusia dengan pertambangan yang bisa memproduksi emas, perak dan sebagainya. Hati hanya akan bisa memberi seperti apa isi hati itu.
Peter Ward Jones, yang dikenal sebagai peneliti Mendelssohn mengatakan karya Mendelssohn ini sangat penting. "Sangat menyenangkan bisa mendengarkannya. Tiap komposer punya masa jayanya dan masa kemundurannya sendiri. Tapi yang pasti ini bukan karya dari masa kemunduran Mendelssohn."
Dalam manuskrip itu juga tercantum tanda tangan Mendelssohn di bagian bawah yang menjelaskan keaslian manuskrip itu. "Bahkan tanda tangan Mendelssohn sendiri adalah seni itu sendiri," kata Ward Jones.
Meski belum pernah dipublikasikan secara luas, komposisi itu diketahui para peneliti pernah dilelang pada tahun 1862 dan 1872. Sejak lelang terakhir itu, naskah komposisi tak pernah diberitakan lagi.
Hingga kini saat diperlihatkan oleh seorang pria warga negara Amerika Serikat yang mengaku kakeknya adalah pemilik terakhir naskah itu. Si pria sendiri adalah pecinta dan penikmat karya-karya Mendelssohn.
Mendelssohn sangat terkenal dengan karyanya, seperti 'String Octet'. Ini adalah simponi dalam bahasa Italia dan Skotlandia. Juga 'Hebrides Overture' yang juga dikenal sebagai 'Fingal's Cave' yang sering dibawakan dalam drama 'A Midsummer Night's Dream'.
(utw/utw)











































