Seperti dalam 'Dalam Rengkuhan-Nya', ia menciptakan patung seorang ibu yang sedang memeluk anaknya dalam dekapannya. Ia mengistilahkannya sebagai satu badan satu nyawa dengan orang tua.
Meski dalam judul terdapat akhiran-Nya yang menunjuk kepada Tuhan, namun dalam arti sebenarnya patung ini menceritakan kasih sayang yang tiada bertepi terhadap anak. "Seperti surga di bawah telapak kaki ibu," ujarnya kepada detikHOT akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, kedua anak laki-lakinya sangat dekat dengan ibunya yang juga lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dibandingkan dengan Budi. "Kalau melihat patung ibu yang sedang mendekap dengan anaknya, siapa saja bakal terenyuh," ujarnya.
Dalam membuat karya seni patung, pria yang akrab disapa Budi mengatakan ia selalu membuat karya dari simbol perempuan. Pasalnya, dari kaum Hawa ia merasakan energi lebih.
Seperti patung perempuan yang sedang membawa buku namun kepalanya menengadah ke atas tampak pasrah. Ia menamainya 'Justice'. Mengapa?
Menurut Budi, ketidakadilan selalu terjadi pada kaum perempuan. Dipungkiri maupun tidak, para wanita lebih banyak termajinalkan khususnya kasus kekerasan seksual.
"Saya tidak melihatnya dari sisi pria, wanitanya belum tentu bersalah tapi justru mereka lebih banyak disalahkan. Patung ini dibuat khusus bagi mereka perempuan," kata Budi.
Sehari-hari, Budi juga mengajar di IKJ Jurusan Seni Murni. Ia pun memiliki studio yang juga berada di rumahnya di kawasan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.
(tia/utw)











































