Bakat Melukis Widayat Turun ke Seorang Putranya

Pionir Maestro Lukis Keempat, Widayat (5)

Bakat Melukis Widayat Turun ke Seorang Putranya

- detikHot
Rabu, 30 Apr 2014 12:15 WIB
Bakat Melukis Widayat Turun ke Seorang Putranya
Pungky salah seorang putra Widayat. (Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Magelang - Fajar Purnomo Sidi masih ingat betul ketika ibunya meninggal dunia. Saat itu, semangat melukis Widayat sempat luntur karena kesedihan yang mendalam. Sehari-hari kedua istri yang mengurusi hidupnya bahkan menyisihkan uang sehingga didirikan sebuah museum atas nama Widayat pada 1994 silam.

"Selama sebulan bapak tidak melukis, diam saja. Tapi saat itu saya langsung mencoba-coba melukis di atas kanvas," ujar pria yang akrab disapa Pungky kepada detikHOT di Museum Widayat, Mungkid, Magelang, akhir pekan lalu.

Sebuah lukisan berbentuk bunga flamboyan dan sakura ia kolaborasikan menjadi satu. Kemudian, lukisan itu segera ia tunjukkan kepada ayahnya. "Lukisan apa itu, le? Ndak mungkin itu bunga seperti itu," kenang Pungky menirukan teguran ayahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun justru dari karya tersebut, ayahnya kembali bersemangat. Digambarlah, bunga flamboyan atas kreasi Widayat sendiri. Dalam sebulan, berpuluh-puluh kanvas berbentuk besar maupun kecil kembali dilukis Widayat.

Dari 11 anak yang berasal dari dua istri Widayat yakni Soewarni dan Soemini, hanya Pungky yang mewarisi bakat melukis. Ia adalah putra dari istri kedua Widayat yaitu Soemini. Sejak kecil, Pungky memang suka menggambar namun ia tak ingin jalannya menjadi pelukis.

Ketika lulus SMA, Pungky mengambil jurusan kedokteran hewan di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Di kampus yang sama, gelar master didapatkannya dari jurusan Keuangan Perbankan.

Namun, darah seni tetap mengalir di dirinya. Pungky pun melukis mengikuti jejak ayahnya. Namun, kini ia meninggalkan sejenak aktivitas tersebut demi mengurusi museum bersama kakaknya.

Pungky merupakan Direktur Museum Widayat. Ia pula yang sehari-hari mengelola museum, meski sejak tahun 2010 dan 2013 lalu isu perpecahan ahli waris Widayat terbongkar. Mereka memperebutkan warisan lukisan bagi anak-anaknya. Tapi Pungky tak ingin membahasnya.

"Sudahlah itu terakhir yang 2013, tahun lalu. Sekarang saya fokus kepada pembenahan museum agar menarik pengunjung. Gimana caranya museum kembali dicat setelah 20 tahun dan lukisan direstorasi. Itu concern saya sekarang," jelasnya.

Kini, pria kelahiran 20 Oktober 1964 itu berusaha membuat program-program agar galeri di Museum Widayat kembali hidup. Salah satunya, adalah dengan mengikuti perhelatan 'Magelang Arts Event' (MAE) 2014 bersama 15 galeri seni lainnya.

(tia/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads