Lukisan ini dinamainya 'The Presence of Mind #3' yang dilukisnya di atas kanvas berukuran 94,5 x 94,5 sentimeter. "Saya paling suka memainkan cara pandang orang," ujarnya kepada detikHOT, Rabu malam lalu (16/4/2014).
Karya seni ini bisa dilihatnya dari berbagai sisi. Misalnya, dari sudut pandang lurus nampak sebuah kalimat berbunyi 'Relies on the senses, imagination, conjecture, and the intellect'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uniknya di depan kanvas tersebut, ia menaruh besi laiknya pagar sebuah rumah. Inspirasi karya ini didapatkan oleh Patriot ketika ia masih mengontrak rumah di Bandung.
"Waktu jalan kaki dari kontrakan, saya lihat kok pagar rumah tetangga seperti itu. Dari jauh kelihatan pagarnya rapat dan penuh tapi pas dilihat lebih dekat dari tengah kok bolong," katanya.

Berbekal pengalaman ini, ia membuatnya menjadi karya seni. Lukisan yang dipamerkannya di Galeri Cemara 6 Jakarta Pusat adalah seri ketiga. Sebelumnya, ia sudah pernah memamerkannya di Bandung.
Seniman kelahiran 1987 ini juga dikenal sebagai perupa yang senang memakai tema religiusitas dalam berkarya. Selalu ada simbol agama di dalam karyanya. Seperti di lukisan 'A Gate to Holiness' yang terdapat gambar sajadah sebagai alas untuk shalat.
Ia juga membuat 'The Turning Point' yang bisa dilihat dari sudut pandang orang ketiga. Karya lukisannya juga sudah pernah dipamerkan di Surabaya, Yogyakarta, Magelang, Jakarta, dan Bandung.
Patriot juga pernah memajang karyanya di Singapura dua tahun lalu bersama 14 seniman Indonesia. Serta di ajang 'Korea International Art Fair' (KIAF) pada tahun 2011.
(tia/utw)











































