Setelah diawetkan selama ribuan tahun, beberapa mumi dari Mesir dan sekitarnya masih saja banyak menyimpan rahasia dan misteri hingga saat ini.
Dalam pameran berjudul 'Ancient Lives: New Discoveries' di British Museum, Inggris yang akan dibuka 22 Mei mendatang, pengunjung tak sekadar bisa melihat jasad kuno yang terbujur kaku terbalut kain.
Sebelum pameran dimulai mumi-mumi ini menjalani pemindaian CAT di rumah sakit di London. Hasil pemidaian ini memberikan gambaran lebih detil tentang kehidupan manusia di zaman Mesir kuno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin mempromosikan ide bahwa mumi bukan sekadar obyek, tapi benar-benar manusia," kata John Taylor, kepala kurator departemen Mesir dan Sudan Kuno di British Museum. "Kami ingin memberi gambaran bagaimana kehidupan mereka saat masih hidup."
Mumi yang dipamerkan ini berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari kaum bangsawan hingga rakyat jelata yang tinggal di tepi Sungai Nil.
Mumi-mumi itu juga tinggal pada era yang berbeda-beda. Paling tua berusia lebih dari 5000 tahun yang berarti 3000 tahun sebelum Masehi. Sementara paling muda baru berusia 1300 tahun.
Beberapa mumi berusia masih muda saat meninggal dunia, sekitar dua tahun, sementara yang lain ada yang meninggal saat berusia sekitar 50 tahun.

Dua dari delapan mumi yang diteliti, terlihat mengalami plak di kaki mereka. Ini mengindikasikan mereka mungkin mengidap masalah jantung, kolesterol tinggi, kalsium atau pada jaringan lain.
Bisa diprediksi bahwa bisa jadi pada masa hidupnya mumi ini menjalani diet tinggi lemak, atau bisa juga ini adalah masalah genetis. Beberapa mumi mengalami masalah gigi, dan beberapa abses atau luka yang tidak tertangani.
Sebuah mumi wanita yang berusia 20 hingga 35 tahun yang ditemukan di Sudan 2005, memperlihatkan sesuatu yang sangat menarik. Mumi itu memiliki sebuah tato di bagian dalam paha kanannya.
"Tato ini melambangkan monogram nama Michael dengan aksara Yunani kuno. Ini adalah bukti pertama adanya tato pada masa itu. Ini temuan yang sangat langka," kata Daniel Antoine, kurator pameran dan kurator departemen antropologi fisik museum tersebut.
Tato bergambar malaikat Michael itu, mengindikasikan bahwa mumi itu dulu adalah perempuan yang berada dalam proteksi spiritual sebuah perkumpulan dan tinggal pada tahun 700 Sebelum Masehi.
(utw/utw)











































