Dunia Seni Kuliner (5)

Bermain-main di Dapur, Buat Seni Kuliner di Indonesia Makin Beragam

- detikHot
Senin, 24 Mar 2014 14:11 WIB
Dok.Ron's Laboratory
Jakarta - Dapur adalah studionya dalam berkreasi. Bahan makanan adalah kuas dan catnya. Di dalam dapurnya, koki yang satu ini memang hobi bereksperimen.

Di ajang Arte Indonesia Arts Festival 2014 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, Ronald Prasanto menunjukkan kemahirannya dengan makanan.

Ia menyajikan sajian gelato yang dibuat dengan teknik molecular gastronomy. "Molecular gastronomy itu biasanya masuk ke fine dining, di mana setiap orang akan mendapat set menu dan mengabiskan uang satu jutaan," jelasnya kepada detikHOT Sabtu (15/5/2014) di Jakarta Convention Centre.

Kemudian, ia mencari teknik yang tercepat dalam molecular gastronomy yakni extreme freeze. "Dengan ini orang-orang bisa merasakan molecular gastronomy dengan harga di bawah Rp 100 ribu."

Tujuannya hanya satu yakni agar orang Indonesia bisa merasakan apa itu molecular gastronomy. Karena itu, pria yang akrab disapa Ron sudah bergabung dengan komunitas yang tertarik untuk melakukan eksperimentasi bentuk dan rasa dari makanan.

Bahkan ia mengatakan suatu kali komunitasnya pernah membuat gelato dari rasa tembakau. Wow!

Ia menjelaskan kunci untuk bisa bersenang-sennag dengan makanan yang unik ini adalah untuk tidak takut mencoba. Serta berani keluar dari pakem makanan yang biasa kita temui dalam keseharian.



Ia dan beberapa koki yang menggeluti teknik molecular gastronomy ini juga tengah giat menyosialisasikan makanan unik ini.

Bahkan beberapa di antaranya tak ragu lagi mendemonstrasikan sajian mudah ini, agar semua orang tak ragu mempraktekannya sendiri. Seperti halnya koki Odie Djamil yang menunjukan cara membuat caviar dengan cokelat.

Ron pun menjelaskan bahwa ilmu tentang teknik memasak yang berbau ilmu kimia dan fisika ini ia dapatkan dengan modal nekat dan bereksperimen secara otodidak.

Sementara untuk memperkaya referensi dan terus update dengan perkembangan dunia molecular gastronomy ini, ia banyak mengulik dari Google dan menonton tayangan video di Youtube.

"Referensi, belajar-belajar dari Google dan Youtube, ini ada banyak sekali. Jadi waktu kamu belajar kimia saat sekolah dulu, kamu harus pindahin apa yang ada di buku ke kepala," jelasnya.

Sedangkan kalau mengandalkan eksperimen, kita bisa mengulik fungsi dari nitrogen. Misalnya dalam dunia nyata fungsi nitrogen apa saja dan bisa dipakai untuk apa.





(ass/tia)