"Karena ini generasi muda, jadi kita tampilkan koki yang juga muda. Tapi selain muda mereka juga menonjol dan memiliki fokus. Seperti Ron yang fokus pada gelato," jelas Lala kepada detkHOT Sabtu lalu (15/3/2014) di Jakarta Convention Centre.
Koki yang ditampilkan oleh Lala dalam sesi seni kuliner ini, ketiganya memiliki unsurmolecular gastronomy. Mereka adalah Odie Djamil, Ronald Prasanto dan Andrian Ishak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misi tahun ini, menurut Lala adalah untuk mematahkan stigma orang tentang molecular gastronomy yang dianggap masih langka di sini. "Padahal ada banyak, cuma banyak yang enggak tahu, jadi kita mau berusaha berbagi aja," kata Lala.

Menurutnya, hidangan molecular gastronomy itu sangat unik, misalnya membuat gelato dengan nitrogen. Koki lainnya, Andrian Ishak bahkan melakukan banyak eksperimen dan variasi di dapurnya.
Ia juga memiliki restoran bernama Namaaz Dining di kawasan Fatmawati Jakarta Selatan, di mana Andrian menyajikan satu set makan malam yang penuh kejutan dengan bentuk dan rasa unik.
Molecular gastronomy sendiri merupakan sebuah cabang ilmu yang mempelajari transformasi fisiokimiawi dari bahan pangan. Di mana orang yang membuat makanan ini akan melakukan banyak eksperimen demi meninjau bahan-bahan makanan yang ada hingga ke tahap molekul.
Uniknya, para koki bisa menyajikan sesuatu yang mengganggu sensor pengenalan visual dalam diri kita. Karena mereka bisa menyajikan tampilan bak daging steak padahal berbahan dasar tempe. Atau menyajikan es krim lezat dengan bentuk sabun batangan yang lengkap dengan busanya.
(ass/tia)











































