Bicara Tentang 300 Kunci Hubungan Manusia di Arte

Festival Arte dan Regenerasi (3)

Bicara Tentang 300 Kunci Hubungan Manusia di Arte

- detikHot
Rabu, 19 Mar 2014 09:42 WIB
Bicara Tentang 300 Kunci Hubungan Manusia di Arte
(Astrid Septriana/detikHOT)
Jakarta - Kunci-kunci ditata berbaris rapi di sebuah bidang tembok selebar 100 x 300 cm. Kunci-kunci berwarna putih gading yang digantung dengan teratur ini, beberapa di antaranya memuat beberapa kata.

Dalam tubuh kunci ada yang bertuliskan, 'nafsu', 'harap' dan lain sebagainya. Bila diperhatikan dengan seksama, bentuk dan ukuran kunci-kunci ini berbeda satu dengan lainnya.

Sejumlah 300 kunci yang ditata teratur ini adalah karya dari Tisa Granicia, 32 tahun, salah satu seniman yang diundang oleh Ade Darmawan selaku kurator di Arte Indonesia Arts Festival 2014, untuk berpartisipasi.

Perempuan yang menempuh ilmu di bidang seni keramik Fakultas Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung ini memberi judul '300 Keys' pada karyanya ini.
"Saya jatuh cinta pada keindahan yang ada pada objek keseharian. Kali ini saya pilih kunci karena bentuknya yang ikonik," ujarnya kepada detikHOT.

Dalam metode pembuatan karyanya ia menjelaskan, bahwa kunci yang dipamerkan selama tiga hari di Jakarta Convention Centre itu, ia buat satu per satu dengan menggunakan material tanah liat yang ia cetak.
Tanah liat buat Tisa sarat inspirasi karena sifatnya yang plastis, artinya ia bisa meniru benda apa saya yang terlintas dalam benaknya.

"Saya mencetak kuncinya dari modul kunci yang sudah ada, saya replika ulang dengan material keramik."
Tisa yang sedang menempuh pendidikan Magister Seni Rupa di Fakultas Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung ini, mengaku dalam pengerjaan yang ia lakukan dengan bantuan beberapa orang ini tak menemui kesulitan yang berarti.

Tisa mengaku seringkali terpesona dengan benda-benda yang ada di keseharian kita. Menurutnya, benda-benda ini tentunya memiliki keterkaitan dengan ingatan personal maupun kolektif.

"Memilih kunci sebagai bentuk yang direplika dengan material keramik, adalah salah satu cara saya mengabadikan ingatan tentang kunci tersebut, tentang keseharian, tentang hubungan manusia dengan benda-benda di sekelilingnya," ungkapnya.

Terkait dengan tema Regenerasi yang menjadi tajuk utama dalam penyelenggarakan Arte 2014 ini, ia menjelaskan bahwa karya '300 keys' ini merupakan sebuah representasi dari rasa, ingatan, keindahan dari sebuah benda yang biasa saja.
Yang kadang sering dilupakan, karena seolah tidak berharga. "300 keys ini ada sebagai sebuah cara kita menghargai hal-hal kecil dalam hidup kita."


(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads