Mantan dosen neuropharmacology di Newscastle University ini berhasil menciptakan alat-alatnya. Hasilnya? Hobson mampu membuat karya seni fotografi yang tidak dimanipulasi dengan cara apapun.
"Cahaya ini adalah daya tarik utama. Hal ini sangat menyenangkan karena kita bisa bermain dengan lampu dan menggunakan kamera untuk menangkapnya dengan sensor," katanya seperti dikutip Daily Mail, Senin (17/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seniman berusia 44 tahun ini juga menciptakan motif berulang dalam beberapa potret karya seninya. Ia terinspirasi dari penelitiannya mengenai neurologi dan pahatan batu bersejarah.
"Sebenarnya itu sangat abstrak karena saya ingin menggambarkan hubungan antara kognitif, ruang, dan waktu manusia," katanya.
Di zaman serba teknologi ini, komputer mampu menghasilkan gambar yang terlihat seperti kenyataan. "Saya juga mendapatkan kepuasan dari menciptakan citra yang realitas seperti gambar yang dihasilkan oleh komputer."
(tia/utw)











































