Wayang Orang Rock Ekalaya Sukses Pukau Penonton

Wayang Orang Rock Ekalaya Sukses Pukau Penonton

- detikHot
Minggu, 16 Mar 2014 13:54 WIB
Wayang Orang Rock Ekalaya Sukses Pukau Penonton
Wayang Orang Rock Ekalaya (asep/detikhot)
Jakarta - Jika biasanya pentas pewayangan identik dengan musik Jawa dan kostum tradisional, namun tidak di pentas Wayang Orang Rock Ekalaya semalam. Pagelaran yang diisi oleh puluhan musisi rock ini mampu memukau penonton.

Perpaduan ini terdapat akting, kemampuan bergitar, musik dan lagu-lagu rock ternama, kostum, hingga multimedia di layar latar panggung. Pertunjukan ini disutradarai oleh Arie Dagienkz dan diproduseri oleh Happy Salma.

Pentas dimulai oleh akustik gitar 'Stairway to Heaven' yang dibawakan oleh Ekalaya (Stevie Item). Ekalaya adalah raja Paranggelung yang berbakat dan berambisi mengharumkan nama kerajaannya dengan kemampuan bermain gitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang dewa (Jopie Item) membisikkan kepadanya bahwa ada seorang guru bernama Resi Durna (Jikun/RIF) yang bisa mengajarinya. "Ada banyak jalan di kehidupan yang bisa kamu pilih. Kamu bisa berguru gitar kepada Resi Durna," ucap Dewa.
Β 
Sayangnya, Durna menolaknya. Karena sudah terikat perjanjian akan mengajarkan gitar hanya kepada Pandawa dan Kurawa. Muridnya hanya Arjuna (Otong/KOIL).

Dengan dukungan istrinya Anggraeni (Sophia Mueller), Ekalaya bangkit dari sakit hatinya. Ia membuat patung Durna dan kemampuannya justru meningkat.

"Pentas ini seharusnya dua jam. Tapi jadi lebih lama karena banyak improvisasi. Jadi 2,5 jam," kata sutradara Wayang Orang Rock Ekalaya, Arie Dagienkz usai pentas di Tennis Indoor Senayan.

Permainan multimedia pun memanjakan mata. Seperti adegan duel gitar yang dibuat laiknya games. Serta saat Ekalaya tertembak panah, hologramnya seperti berada di antariksa.

Dagienkz juga turut akan kemampuan bernyanyi Sophia Mueller dalam pentas ini. "Saya kaget Sophia bisa begitu bagusnya memerankan Anggraeni. Lebih bagus daripada saat latihan," ujarnya.



Total lagu yang dinyanyikan Sophia adalah lima lagu. Beberapa lagu di antaranya adalah bernuansa romantis dan melankolis.

"Saya ingin menampilkan sosok Anggraeni sebagai perempuan setia, dan di endingnya semua terlihat," katanya.

Akhir dari perjalanan Ekalaya adalah ketika ia tertembak panah. Arjuna mengajaknya untuk bersamanya. "Suamiku menyuruhku untuk bahagia tapi aku tidak bisa hidup tanpanya," lalu ia mengambil panah dari dada Ekalaya dan menusukkan ke dadanya.

"Akhir yang sedih tapi itu adalah titik bagi hidup Arjuna. Setelah peristiwa itu ia menjadi lebih bijak," ujar Dagienkz.

(tia/hkm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads