Menurut kolektor seni rupa Oei Hong Djien, perkembangan seni rupa kontemporer dalam dekade terakhir ini sangat pesat. Sayangnya, sarana tempat pamerannya yang tidak ada.
"Akibatnya Indonesia begitu banyak sumber daya seninya, tapi di dalam negeri sendiri tidak ada," katanya usai jumpa pers 'Fiesta Fatahillah' di Galeri Indonesia Kaya (GKI), Kamis (6/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembukaan pameran ini akan diadakan bersamaan dengan Fiesta Fatahillah pada 13 Maret mendatang. Gedung Pos Indonesia sebagai tempat pameran pun sudah direnovasi oleh arsitek Andra Matin.
Para seniman yang mengikuti pameran ini di antaranya Agus Suwage, Arin Dwihartanto, Davy Linggar, Dolorosa Sinaga, Entang Wiharso, FX Harsono, Made Wianta, Nasirun, Nyoman Nuarta, dan Tisna Sanjaya.
Sedangkan karya-karya yang akan dipamerkan terdiri dari lukisan, patung-patung, seni instalasi, dan audio visual. Tak lupa, pada malam pembukaan akan ada video mapping tentang perjalanan Kota Tua yang dibuat oleh Sembilan Matahari.
(tia/utw)











































