Banyak penerbit yang mencium potensi para selebtwit. Kemudian, mengumpulkan mereka untuk menulis buku bersama-sama. Salah satu yang terbaru adalah munculnya buku berjudul 'Jakarta 24 Jam' yang ditulis secara keroyokan oleh 4 orang. Jika jumlah follower jadi ukuran, memang tak semua dari keempatnya selebtwit. Mereka adalah @putrafara (Putra Perdana), @popokman (Wandy Ghani, follower: 459 ribu), @monstreza (Faizal Reza, follower: 39,3 ribu), dan @vedyart (Feddy F Bayusegara).
Dengan sampul coklat yang menggambarkan pintu sebuah kafe, 'Jakarta 24 Jam' seolah langsung memberi tahu calon pembacanya isi buku setebal 252 halaman tersebut. Yang membedakan buku ini dengan buku-buku karya keroyokan selebtwit sebelumnya, ini bukan merupakan kumpulan cerita-cerita pendek yang ditulis oleh masing-masing penulisnya. Melainkan, keempat penulis duduk bersama untuk melahirkan satu karya dengan cerita yang utuh, setidaknya punya benang merah tebal yang menghubungkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kafe itulah, yang terletak di Jalan Sabang Jakarta Pusat, bergulirkan kisah-kisah, dari cinta tak berbalas, ambisi yang digelapmatakan oleh materi, hingga dendam kesumat yang terpendam. Kisah berbagai sisi manusia penghuni Jakarta yang bergantung pada hidup, mengikuti arus hidup hingga mengakhiri hidup. Diiringi denting lembut lonceng kecil yang terdengar kala pintu depan kafe dibuka, pembaca diajak mengarungi 24 jam yang secara imajiner terbagi dalam tiga penggal waktu, yakni pukul 6 hingga 14 (7 cerita), pukul 14-22 (6 cerita) dan 22-6 (7 cerita).
(mmu/mmu)











































