Pria Ini Memiliki Lebih Dari 4000 Koleksi Benda Bersejarah di Museum Pribadinya

Menilik Museum Pribadi (2)

Pria Ini Memiliki Lebih Dari 4000 Koleksi Benda Bersejarah di Museum Pribadinya

Ropesta Sitorus - detikHot
Senin, 24 Feb 2014 11:07 WIB
Pria Ini Memiliki Lebih Dari 4000 Koleksi Benda Bersejarah di Museum Pribadinya
Arca Ganesha dari Kerajaan Singasari, Jawa Timur di bagian depan rumah Sjahrial Djalil. (Ropesta Sitorus/detikHOT)
Jakarta - Saat membuka daun pintu utama museum, Mirza Djalil langsung meminta detikHOT melepas sepatu.

β€œPakai sandal saja ya. Di sini memang ketentuannya begitu karena di dalam ada karpet dari abad 19 awal. Kadang-kadang kita pakai untuk sholat. Jadi untuk menjaga saja,” kata dia seraya mengeluarkan sepasang sandal dari laci.

Benar saja, di area foyer, tetamu lansung disambut hamparan permadani Pakistan. Di atas karpet itu arca Buddha yang keemasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruang ini diberi nama Loro Blonyo, diambil dari nama sepasang patung kayu asal Jawa Tengah tahun 1800-an yang ditaruh di atas buffet mini Belanda abad ke 18.

β€œBarang tertua di sini sebenarnya fosil pohon yang ada di depan itu, itu pohon yang membatu dan koleksinya ada di tiap taman,” kata Mirza.

Pria yang juga masih keponakan Sjahrial ini berujar total ada 2.841 jumlah koleksi yang dipajang di museum, tersebar di 17 ruangan di bangunan utama seluas 700 meter persegi dan di tengah-tengah kebun seluas 3500 meter persegi.

Tapi itu belum semua, sebab masih ada lebih dari 2000 koleksi lain yang belum dipajang karena tidak muat.

Sebelum berkeliling, kami diajak berbincang dengan Sjahrial, yang sedang tiduran di atas dipan kayu berusia ratusan tahun di kamarnya yang bernama Ruang Buddha Thailand. β€œSaya sudah 42 tahun mengumpulkan barang-barang ini,” kata Sjahrial.

Mantan praktisi periklanan yang pernah mendirikan biro iklan Ad Force Inc ini berujar pekerjaannya banyak mendukung hobinya berburu barang lawas.

β€œPikiran saya sudah kacau,” suaranya pelan sambil menghembuskan nafas lamat-lamat. β€œDari umur 18 tahun, saya sudah 26 kali keliling bumi, dari Indonesia ke Indonesia lagi,” kata dia.

Meski sudah memasuki usia senja dia tetap bersemangat menuturkan kisahnya berburu barang antik. Dia membeli aneka lukisan, arca, patung, peralatan makan, perlengkapan toilet, lampu, peti kayu, lemari pajangan, perhisan, vas bunga, payung, keramik, topeng, kursi, kasur meja dan banyak benda-benda yang dianggapnya punya nilai historis.




(ros/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads