Selain 'Kissing Coppers' dua buah lukisan lain yang dilelang adalah 'Bandaged Heart Balloon' dan 'Crazy Horse Car Door'. Keduanya adalah karya seni yang diciptakan saat ia residensi di New York tahun lalu. Namun gagal dijual dengan harga Rp 2,3 milliar dan Rp 1,1 milliar.
Awalnya 'Kissing Coppers' diharapkan terjual seharga Rp 8,2 milliar namun justru harganya sempat ditawar hingga mencapai Rp 5,8 milliar. Direktur Fine Art Auctions Miami Frederic Thut kepada Reuters mengatakan jika potensi pasar terhadap karya Bansky luar biasa.
"Aku berada di penjualan pertama karya seni pop art dan modernnya. Orang datang entah dari mana dan segera membelinya," ujarnya seperti dilansir dari Independent, Jumat (21/2/2012).
Banyak kritikus yang berbicara untuk menjaga grafiti karya Banksy di lokasi aslinya. Pasalnya sang seniman memang berniat agar karyanya mampu diakses siapa pun.
Banksy yang nama aslinya belum diketahui hingga kini, memperoleh ketenaran internasional pada saat masyarakat melihat karyanya di Bristol awal 1990-an. Karya seninya sering satir dan sarat politik.
Dari situ, grafiti muncul di seluruh dunia. Termasuk ke tempat-tempat seperti Betlehem dan New Orleans. Banksy juga pernah muncul dengan film pertamanya yang berjudul 'Exit Throught the Gift Shop' di Festival Film Sundance 2010 dan mendapat nominasi Oscar untuk kategori Best Documentary.
"Orang-orang muda ingin menyampaikan pesan, berdialog, dan punya cara untuk mengekspresikan diri," ujar Frederic.
(tia/utw)











































