Pritha menamakannya 'The Dream Stool'. Ia terdiri dari empat kaki yang terbuat dari kayu dan buntelan sofa kecil yang nyaman untuk ditiduri.
Lalu apa hubungannya antara kursi dengan mimpi? Menurut lulusan seni patung Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, setiap orang yang mendudukinya bisa masuk ke alam imajinasinya sehingga tertidur.
"Ini tugas akhir saya ketika ambil master degree di ITB. Saya selalu mengingat mimpi-mimpi saya dan dari jaman SD saya sudah memimpikan kursi ini," ujarnya.

Semi finalis Bandung Contemporary Art Award (2011) ini juga menjelaskan jika penggunaan bahan bulu-bulu sintetis selalu digunakannya dalam berkarya. "Material ini kesukaan saya sampai sekarang," kata wanita yang hobi memelihara kucing ini.
Bahkan lantaran hobi penyuka binatang tersebut, karya-karya yang disimpan di rumahnya sangat disukai kucing. "Mereka nyaman di karya bulu sintetis yang aku buat."
Menurutnya, ketika ia menciptakan karya ini ia berharap siapa pun yang berada di sekitarnya bisa berimajinasi ke alam mimpi. "Kursi semacam ini selalu ada ketika saya kuliah dan alasan kedua karena ingin menggabungkan stool dengan mimpi."

Seniman yang pernah menjadi finalis di Kompetisi Patung ICC, Pandaan Jawa Timur ini juga mengatakan jika bulu sintetis mampu membawa ke dunia surrealistis. "Makanya saya menggabungkan antara bulu sintetis atau fake fur dengan kayu pinus," jelasnya.
Pritha ingin menampilkan masalah-masalah psikologis yang mampu membuat manusia berimajinasi. Kiprahnya dalam dunia seni dimulainya sejak lulus kuliah pada 2005 silam. Hingga kini beragam pameran bersama sudah dilakoninya di Bandung maupun Yogyakarta.
(tia/utw)











































