Pertunjukan berdurasi 45 menit ini menyuguhkan kolaborasi musik rock, pop, dan video yang diambil dalam Drama Sinema MSP Hanoman. Serta menampilkan live orchestra pimpinan Aksan Sjuman.
"Modifikasi ini bertujuan untuk menjembatani tradisi Indonesia dengan budaya modern," ujar Aksan dalam rilis yang diterima detikHOT, Senin (10/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan menurut sang sutradara Mirwan Suwarso mini konser ini dikemas dengan konsep pagelaran drama sinema. "Kami menggunakan tiga layar lebar, musik, dan aksi panggung yang dinamis," katanya.
Kemasan kekinian pun tampak ditonjolkan oleh Mirwan. Seni pertunjukan ini diisi oleh lima orang penari dan tata musik aransemen Aksan Sjuman.
Karya seni ini menceritakan kisah ksatria para dewa yang berwujud kera putih. Dalam beberapa adegan pertempuran juga ada di dalamnya yang diringi oleh nyanyian Aqi Singgih dan Audrey Meirina Singgih yang tampil full band.
Sebelumnya, MSP Entertainment sebagai penyelenggara drama musikal ini sudah pernah menyelenggarakan drama 'Jabang Tetuko' (2011), 'Gatotkaca Jadi Raja', 'Arjuna Wiwaha', dan 'Gatotkaca Kembar-The Evil Within'.

(tia/utw)











































