Jakarta Seharusnya Punya Tur Mural Seperti Kota Philadelphia

Dinding Berpuisi Wiji Thukul (8)

Jakarta Seharusnya Punya Tur Mural Seperti Kota Philadelphia

Tia Agnes Astuti - detikHot
Rabu, 05 Feb 2014 14:38 WIB
Jakarta Seharusnya Punya Tur Mural Seperti Kota Philadelphia
Jakarta - Lihatlah kota Philadelphia, Amerika Serikat. Salah satu kota bersejarah ini membuktikan pentingnya karya seni bagi kehidupan mereka.

Segala unsur mulai dari pemerintah, seniman maupun warganya bersama-sama membangun tur Philadelphia Mural Arts Program. Para wisatawan bisa mengunjungi mural-mural yang ada di tembok, sudut kota, melihat proses artistiknya hingga latar belakang sejarahnya.

Apakah Jakarta bisa seperti itu? Salah satu seniman dan pendiri komunitas Serrum MG Pringgotono mengiyakannya jika semua unsur mendukung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu bisa banget terjadi kalau pemerintah setempat mau mengadakan tur mural seperti itu. Apalagi akan ada bus wisata tingkat," katanya kepada detikHOT.



Street art, kata dia, bisa menjadi potensi wisata yang tinggi dan karyanya di tembok bisa dijadikan permanen dan legal. Sayangnya belum ada itikad baik untuk membuat program tersebut.

Menurutnya, tiga tahun lalu banyak periset dari luar negeri yang mengunjungi ibukota sekedar meneliti perkembangan dunia street art dan grafiti. Saat itu, banyak sekali yang datang dan ingin tahu.

"Banyak periset semacam Riksa yang pingin datang ke sini, karena street art kita kedengaran oleh mereka," kata MG. Namun kini hal itu justru menurun tanpa sebab.

Padahal di beberapa titik ruang publik Jakarta, baik Serrum maupun seniman street art lainnya banyak yang berkreasi di titik tersebut.

"Yah kalau Pemda bisa melihatnya sebagai potensi wisata seperti Philadelphia itu lebih bagus lagi. Kami tidak berharap sebagus di sana, tapi paling enggak ada wisatawan yang bisa menikmati gambar-gambarnya," ujarnya.

Di Philadelphia, tur mural pun diatur dan dibagi menjadi beberapa kelompok seperti melalui kereta, dengan berjalan kaki, secara berkelompok, individu, bersepeda dan sebagainya.

Di sana, mural sudah menjadi tradisi kota secara turun temurun untuk menciptakan seni yang mampu mengubah ruang publik dan kehidupan pribadi. Para seniman bersama warga berkolaborasi dan menjaganya bersama-sama sejak puluhan tahun lalu.



(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads