Kejutan di Panggung IFW 2026

Kejutan di Panggung IFW 2026

prih febriani - detikHot
Minggu, 09 Agu 2026 18:47 WIB
Kebaya Adhikari
Kejutan di panggung IFW. Foto: dok pribadi Kebaya Adhikari
Jakarta -

Panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, emang gak pernah selesai dari setiap mata yang tertuju padanya.

Kali ini ada karya Kukuh Hariyawan sebagai desainer Kebaya Adhikari. Lewat karyanya, ia menyatukan kebaya, gajah dan bendungan dalam satu narasi pelestarian.

Ia pun menceritakan soal perpaduan tersebut. Mengusung tema Resonara, Kukuh memadukan tiga warisan Indonesia: kebaya sebagai budaya bangsa, gajah Sumatera sebagai simbol kelestarian alam dan bendungan sebagai kekakayaan seni tradisi dari Wonosobo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Ide ini lahir dari gagasan bahwa Indonesia, memiliki banyak warisan yang sama-sama perlu dijaga. Kami memadukan tiga elemen yang saling melengkapi, yaitu kebaya sebagai identitas budaya bangsa, gajah sebagai simbol kelestarian alam, dan bundengan sebagai warisan seni khas Wonosobo. Ketiganya kami satukan, dalam satu karya untuk menunjukkan bahwa budaya dan alam adalah identitas Indonesia yang harus terus hidup berdampingan," jelasnya dalam keterangan diterima hari ini.

Kebaya AdhikariKebaya Adhikari Foto: dok pribadi Kebaya Adhikari

Inspirasi utama berasal dari Rawana, seekor anak gajah yang lahir di Lembah Hijau, Lampung. Kehadirannya, menjadi simbol harapan di tengah ancaman kerusakan hutan yang terus mengurangi habitat alami gajah Sumatera. Melalui detail bordir, siluet, dan permainan tekstur, Kebaya Adhikari mengajak publik melihat bahwa menjaga alam berarti menjaga masa depan kehidupan.

"Gajah bukan hanya satwa yang megah, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Saat mengetahui kisah Rawana (bayi gajah yang lahir di Kebun Binatang Lembah Hijau Lampung), saya merasa ada harapan yang lahir di tengah tantangan besar yang dihadapi habitat gajah saat ini. Dari situ muncul keinginan untuk membawa isu konservasi ke panggung fashion, sehingga pesan pelestarian bisa menjangkau lebih banyak orang.

Ada juga bundengan, alat musik tradisional khas Wonosobo yang lahir dari kreativitas masyarakat pedesaan namun kini mulai jarang dikenal generasi muda. Unsur anyaman, pola, dan filosofi bundengan diterjemahkan ke dalam rancangan kebaya sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya lokal agar tetap hidup melalui medium fashion.

Kukuh senang karena, bisa menampilkan sesuatu yang beda dalam karyanya kali ini.



(wes/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads