"Sama seperti proyek pertamanya, saya menggunakan potongan sudut yang sama dan bahan daur ulang untuk patung kepala wanita ini," ujarnya seperti dilansir dari My Modern Met, Senin (27/1/2014) lalu.
Karyanya ini disebutnya sebagai 'Pressure 1.0'. Instalasi geometrisnya lebih besar dibandingkan karya sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seniman dan timnya memasang patung tersebut di jalan bebas hambatan yang dikenal sebagai pintu masuk kota Marseille, Prancis. "Saya menggambarkannya sebagai patung yang bisa melihat ke arah Afrika."
Serta mampu menghadap ke seluruh kota pada waktu yang bersamaan. Meski, patungnya ditaruh secara ilegal, namun pihak kepolisian setempat tetap membiarkannya.
Kepolisian pun tidak ada yang memindahkan maupun merusaknya. Sayangnya, setelah terjadi badai selama seminggu di wilayah tersebut, kepala patung terjatuh ke tanah dan rusak berat.
Karya seniman ini di antaranya adalah berbagai fotografi, grafiti, biografi, video, dan lukisan tinta. Jika karya fotografinya biasanya memainkan peran matriks dan mampu memperlihatkan sisi ruang terbuka, bayangan yang memberi makna dan kerangka imajiner.
(tia/utw)











































