Bagi Aktor Hollywood, Aksen Australia Dianggap Paling Sulit

Melirik Pelatihan Aksen dalam Seni Peran (5)

Bagi Aktor Hollywood, Aksen Australia Dianggap Paling Sulit

Astrid Septriana - detikHot
Jumat, 24 Jan 2014 13:20 WIB
Bagi Aktor Hollywood, Aksen Australia Dianggap Paling Sulit
Stephen Moyer dan Anne Paquin mendapatkan pelatihan aksen saat membintangi True Blood.
Jakarta - Dalam dunia perfilman, sosok aktor, sutradara dan produser tentunya cukup disoroti prestasinya. Namun perlu diketahui ada beberapa elemen lain yang menentukan sukses tidaknya sebuah karya film maupun serial TV.

Salah satu yang memiliki peran adalah pelatik aksen. Hollywood memiliki nama seorang pelatih aksen terkenal, Claudette Roche.

Jika Claudette Roche mulai melakukan pekerjaannya, simsalabim, Anda hanya akan mendengar aksen sempurna yang hadir melalui dialog para aktor di layar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai pelatik aksen, pekerjaan Claudette untuk memastikan seorang aktor mampu menguasai aksen dari karakter yang mereka perankan, dengan tepat dan membuat penonton sadar perbedaannya.

Perempuan kelahiran London ini sebelumnya memang pernah menjadi seorang aktris. Namun dengan beberapa pertimbangan dan sebuah saran dari teman ia mulai beralih peran menjadi seorang pelatih aksen.

"Seorang temanku menyarankan agar aku menjadi seorang pelatih aksen, ia menganggap aku memang memiliki kemampuan di bidang itu," ujarnya dilansir dari The Backstage (21/01/2014).

Kini ia telah mengajari banyak sekali aktor dan karakter radio agar mampu memiliki aksen sesuai apa yang diperlukan perannya. Claudette menjelaskan menurutnya salah satu dialek yang paling sulit dipelajari oleh muridnya adalah aksen Australia.

"Karena sebagai orang Amerika, kami tidak mendengar banyak dialog orang Australia dan kami lebih banyak mendengarkan dialog Inggris. Saat orang Amerika bekerja untuk menjadi seperti orang Australia, biasanya mereka akan terdengar terlalu Inggris atau bahkan terdengar aneh."

Claudette menjelaskan bahwa tak banyak aktor yang bisa berhasil menggunakan dialeg khas orang Australia sejauh ini.

"Hal yang paling menantang adalah ketika seorang aktor yang harus terdengar 100 persen sempurna dengan aksen Amerika-nya. Karena aku sebenarnya tidak bicara bahasa Inggris dengan tepat karena aku memiliki jalan pintas. Tiap bahasa memiliki jalan pintas, bukan berarti ini salah, ini hanya cara kami bicara. Mengajari orang kenal dan paham jalan pintas itu yang cukup sulit," jelasnya.

Sebagai orang yang banyak bergelut di bidang bahasa, Claudette sendiri merasa kaget bagaimana pentingnya aksen Amerika bagi banyak orang.

Tak hanya bagi yang datang untuk seni peran, tapi bagi orang-orang pada umumnya. Ia menjelaskan bahwa di Amerika Serikat hingga kini masih ada bias soal aksen yang dimiliki seseorang dari daerah asalnya.

"Ada banyak orang yang tidak mendapatkan pekerjaan karena ia memiliki aksen dari daerah asalnya. Hal ini sangat menyedihkan, karena ini juga terkait dengan anggapan bahwa orang itu tak cukup cerdas atau mereka hanya tak menyukai orang yang berasal dari suatu negara atau daerah."



(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads