"Ini akan menjadi pameran komik yang mengajak anak-anak untuk jadi pemberontak dan nakal," kata John Harris Dunning, sang kurator pameran di The British Library, Inggris itu seperti dilansir The Telegraph (22/1/2014).
"Mengapa kami ingin menyampaikan pesan agar anak-anak menjadi nakal dan pemberontak, karena memang ada tradisi besar dalam komik untuk menjadi demikian. Baik itu dalam hal religi, gender, politik, masyarakat dan ras, " kata Harris.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan sekadar memamerkan karya, para kurator pameran berharap ajang ini akan jadi perangkat penelitian tentang komik. "Yang semestinya bobotnya juga setara dengan sumber karya literatur lainnya," kata Adrian Edwards, kurator internal The British Library.
Akan dipamerkan lebih dari 200 buku komik yang pernah beredar dari tahun 1825 hingga masa kini. Termasuk juga The Trials of the Nasty Tales, sebuah komik yang terbit tahun 1970 tentang pengadilan asusila.Β
"Saya pikir, jujur saja kita kurang memberi ruang untuk koleksi semacam ini sebagai bagian dari budaya," kataΒ Roly Keating, pimpinan The British Library.
"Mengapa kami ingin menyampaikan pesan agar anak-anak menjadi nakal dan pemberontak, karena memang ada tradisi besar dalam komik untuk menjadi demikian. Baik itu dalam hal religi, gender, politik, masyarakat dan ras, " kata
Pada bulan Oktober, pameran ini akan dilanjutkan dengan pameran The Gothic Literature. Salah satunya akan memamerkan koleksi Terror and Wonder, yakni satu dari 50 koleksi literatur gothic, arsip pribadi milik penulis Hanif Kureishi. Dalam koleksi Kureishi itu termasuk beberapa lembar tulisan tangan Bram Stoker ketika menulis Dracula.
Sebelumnya pada bulan Juni akan dipamerkan arsip Perang Dunia. Pameran ini akan berjudul Enduring War: Grief, Grit and Humour. Isinya adalah puisi-puisi pribadi, diari dan surat mereka yang mengalami perang dan yang menggunakan humor dan seni untuk bertahan dalam perang.
Β
(utw/utw)











































