Kalcer, Rigen Ketagihan Bersepeda Jenis Gravel

Kalcer, Rigen Ketagihan Bersepeda Jenis Gravel

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Selasa, 02 Jun 2026 11:05 WIB
Komedian Rigen saat menghadiri acara Gala Premiere film Kang Solah From Kang Mak X Nenek Gayung di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/9/2025).
Rigen cerita hobinya main sepeda. Foto: Pingkan Anggraini/detikpop
Jakarta -

Komedian Rigen Rakelna lagi aktif-aktifnya berolahraga usai mengalami masalah kesehatan dan menjalani operasi batu ginjal. Salah satu aktivitas yang kini menjadi hobinya adalah bersepeda.

Kegemaran itu tumbuh seiring keinginannya untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Rigen mengaku kini cukup sering mengikuti kegiatan bersepeda bersama komunitas dan teman-temannya.

"Iya suka-suka sepedaan, ikut-ikut sepedaan gitu," kata Rigen saat ditemui di Studio Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, ketertarikan Rigen terhadap olahraga sepeda berawal dari mencoba sepeda milik mertua. Dari sana, ia mulai merasakan keseruan bersepeda hingga akhirnya menekuni hobi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Oh iya, dulu waktu itu nyoba sepedaannya pakai sepeda mertua kan, mertua punya sepeda. Habis itu nyobalah buat bangun kesukaannya. Ternyata, oh seru ya naik sepeda ya," ujarnya.

Menurut Rigen, bersepeda memberinya pengalaman berbeda dibanding berjalan kaki. Dengan sepeda, ia bisa menjelajahi area yang lebih luas dan menemukan banyak hal baru.

"Kita bisa keliling komplek, yang biasanya gue jalan kaki cuma dapat berapa kilo, sepedaan gue bisa lebih jauh, bisa melihat hal-hal baru, bisa kelilingin banyak tempat gitu sih," lanjutnya.

Soal jenis sepeda, Rigen mengaku saat ini menggunakan sepeda gravel. Ia memilih jenis tersebut karena dinilai lebih fleksibel dan nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan.

"Kalau sepeda yang gua punya sekarang namanya istilahnya gravel. Gravel tuh jadi sepeda yang bisa dipakai buat berbagai macam medanlah istilahnya," jelasnya.

"Kalau jalanannya agak sedikit rusak, ya pakai gravel tuh cocok. Kan kalau ada yang road bike, road bike kan cuma di aspal doang karena dia bahannya banyak karbon. Kalau ini bisa dipakai buat di tanah, di jalanan yang tidak bagus tuh masih enak, masih bisa," tuturnya.

Menurutnya, sepeda gravel tetap dirancang agar nyaman digunakan di jalan raya.

"Kalau motor cross mah off-road doang kan. Kalau ini tuh di aspal enak banget, tapi di jalanan rusak dia tidak mengganggu gitu," katanya.

Meski cukup rutin bersepeda, Rigen mengaku tidak memiliki jadwal khusus. Ia biasanya menyesuaikan dengan waktu istirahat dan aktivitas pekerjaannya yang sering kali tidak menentu.

"Enggak ada. Pokoknya sebangun pagi. Kalau misalkan malamnya enggak terlalu banyak aktivitas, misalnya tidurnya sesuai nih jam 10, ya bangun salat subuh, habis salat subuh langsung sepedaan," ungkapnya.

Namun, jika pekerjaan membuatnya harus tidur larut malam, Rigen memilih untuk beristirahat dan tidak memaksakan diri berolahraga.

"Kadang kalau tidurnya baru jam 2, jam 3, kerjaan kayak gini kan nggak tentu ya. Kadang bangun, salat habis itu tidur lagi, istirahat lagi. Jadi kadang nggak sempat sepedaan. Ya udah kalau nggak sempat ya nggak apa-apa," pungkasnya.




(fbr/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads