Namun, bagi keempat seniman ini, justru Kate Moss mampu menginspirasi mereka. Serta membuat karya tentangnya yang sangat menakjubkan.
"Dalam dunia ini, tubuh perempuan tampak menyenangkan di mata laki-laki, sama halnya dalam sudut pandang para seniman ini," kata Jonathan Jones yang juga juri Turner Prize seperti dilansir dari Guardian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potret fotografi Kate Moss dalam berbagai bentuk juga berhasil ditangkap oleh Peter Blake berjudul 'Kate's many face'. Karyanya terjual dalam lelang Christie's tahun lalu dengan harga yang cukup mahal.
Karya menggiurkan lainnya, kata Jones, juga terdapat dalam patung emas 18 karat hasil kreasi Marc Quinn. "Mereka telah diijinkan untuk membuat seni dari dirinya, meski sebenarnya Kate Moss telah menghindari mereka."
Tak hanya berada di seni patung saja, namun Lucian Freud juga membuatnya dalam lukisan Kate Moss telanjang ketika dirinya hamil. "Hubungan mereka cukup intim. Karena bukan hanya melukis tapi juga mentato tubuhnya," kata Jones.
Seniman amatir ini memberinya gambar tato dua burung kecil di punggung bawahnya. "Itulah yang saya sebut seni tubuh."
Jika Freud bertemu Moss 10 tahun sebelumnya dan melukiskannya berulang-ulang, maka akan menjadi gairah yang kompleks antara pelukis dan model.
"Dengan contoh ketiga seniman ini kita bisa mengatakan dia terinspirasi oleh nama model yang besar. Namun, apakah Moss sudah menemukan seniman yang tepat bagi potret dirinya?" ujarnya.
(tia/utw)











































