"Saya menulis selalu spontan. Proses kreatif ini sudah melalui endapan lama sehingga memunculkan 14 cerita," katanya saat jumpa pers 'SAIA' di Graha Bakti Budaya, TIM, Selasa malam (14/1/2014) lalu.
Djenar pun menyimbolkan sosok 'perempuan perkasa' di dalam kisah bukunya. Tubuh perempuan, kata dia, selalu menjadi permasalahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam kumpulan cerpen yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama juga terdapat bonus cuplikan novelnya yang akan datang berjudul 'Ranjang'. Judul 'SAIA' juga diambil dari salah satu cerpen yang ada di dalamnya.
Dalam 'SAIA', Djenar konsisten menyuarakan suara perempuan yang terbungkam. Khususnya dalam masyarakat metropolitan, tentang moral, dan seksualitas yang lugas.
Tiga cerpen di antaranya pernah diterbitkan di media massa seperti 'Air' di harian Kompas, 'Dan Lalu', dan 'SAIA'. Serta cerpen 'Mata Telanjang' yang ditulisnya bersama Agus Noor yang pernah dipublikasikan di Majalah Esquire.
Di peluncuran tepat angka cantik 14-1-14 ini, Djenar tidak melakukan diskusi buku namun ia mengapresikannya melalui pertunjukan seni dari para sahabatnya. Buku bersampul depan gambar seorang perempuan dengan dibalut pita garis polisi bertuliskan 'Do Not Cross' dan sebanyak 144 halaman, dapat dibeli seharga Rp 50 ribu.
(tia/utw)











































