Pentas Campur Aduk di Perayaan Usia Ke 41 Djenar Maesa Ayu

Pentas Campur Aduk di Perayaan Usia Ke 41 Djenar Maesa Ayu

Tia Agnes Astuti - detikHot
Rabu, 15 Jan 2014 12:50 WIB
Pentas Campur Aduk di Perayaan Usia Ke 41 Djenar Maesa Ayu
Kartika Jahya (Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Jakarta -

Trailer dalam film 'Mereka Bilang Saya Monyet' itu menjadi pembuka dalam pementasan 'SAIA' karya sutradara Agus Noor, Selasa malam (14/1/2014) lalu. Di panggung, Kartika Jahja membacakan salah satu kisah dalam buku Djenar Maesa Ayu.

"Sepanjang hidup saya melihat manusia berkaki empat. Berekor anjing, babi atau kerbau. Berbulu serigala, landak, atau harimau. Dan berkepala ular, banteng, atau keledai. Namun tetap saja mereka bukan binatang. Cara mereka menyantap hidangan di depan meja makan sangat benar," kata wanita yang akrab disapa Tika tersebut.

Ia tak berhenti sampai di sana. Dialognya masih mengalir deras diiringi alunan gitar Aksan Sjuman hingga sampai ke cerpen berjudul 'Waktu Nayla'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malam itu, tak hanya Tika yang tampil membacakan naskah Djenar. Namun ada juga Ine Febrianti yang mampu menghipnotis para penonton.

Ia membacakan cerpen berjudul 'Air' di karya terbarunya Djenar. "Air putih kental itu saya terima di dalam tubuh saya. Mengalir deras sepanjang rongga vagina hingga lengket, liat sudah indung telur yang tengah menjaga. Menerima. Membuahinya."

Cerpen yang dikhususkan bagi putri pertamanya yakni Banyu Bening ini juga menyelipkan puisi tentangnya. Di akhir cerpen dituliskan, "Air dapat memelukmu. Tapi tak akan membelenggumu. Air dapat pantulkan cahayamu tapi tak dapat jadikanmu nyata."

Usai pementasan Djenar mengatakan kisah ini mengenai masa kehamilan putri pertamanya dahulu. "Banyu banyak memberikan saya kekuatan," ujarnya di Graha Bakti Budaya, TIM semalam.

Pementasan ini menandai terbitnya buku terbaru Djenar Maesa Ayu yang berjudul 'SAIA'. Ia bersama sutradaranya menafsirkan ke dalam beragam bentuk pemanggungan terutama musik dan multimedia. Serta terdapat fragmen dan monolog.

Dengan menggunakan karya 'Mereka Bilang Saya Monyet', kata Djenar merupakan titik mula dari kiprahnya terkenal dalam dunia menulis dan film. Tema perempuan yang konsisten selalu dipakainya hingga karyanya kini.



Di perayaannya kali ini, tak hanya terdapat Tika dan Ine saja, tapi juga para sahabat-sahabat dari Djenar. Mereka adalah Aksan Sjuman, Anda Perdana, Bonita and The Hus BAND, Dewi Lestari, Imada, Iwa K, Oppie Andaresta, Sujiwo Tejo serta Sutardji Calzoum Bachri yang menyanyikan sajak Chairil Anwar 'AKU' dan berhasil memedleykannya di alunan lagu 'Summer time' Ella Fitzgerald.

Pertunjukan seni ini juga mengundang tawa saat Sujiwo Tejo naik ke atas panggung dan membuat guyonan sekenanya. "Saya membebaskan para sahabat saya, apa yang mau dilakukannya di atas panggung. Tidak harus mereka begini atau begitu," katanya.

Alhasil, dari pementasan campur aduk mulai dari monolog sebagai perenungan, sedih, kelucuan tingkah anak-anak kecil yang dibawakan Teater Tanah Air, musik yang ngebeat, tawa dalam Sujiwo Tejo, hingga nge-rap oleh Iwa K ada dalam pentas SAIA.

Di akhir pemanggungan, Djenar mengucapkan terima kasihnya kepada para pembacanya yang mau hadir dan sahabat-sahabatnya. "Saya merasa bukan bagaimana caranya, di mana tempatnya, tapi dengan siapa saya merayakan kebahagiaan saya. Terima kasih."

(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads