Lukisan ini dilukis oleh Lorna May Wadsworth pada suatu malam ketika berada di pertunjukkan opera 2007 lalu. Ia melihat Lady Thatcher dan segera memberi catatan kepada pengawalnya untuk meminta izin melukis.
"Saya ingin lukisan saya memperoleh reaksi yang jauh dari propaganda politik," katanya seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (7/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menyatakan mengagumi sosok dari Lady Thatcher dan tumbuh besar dengan menyayanginya. Ketika ia bertemu dengannya, Wadsworth sampai tak bisa memberi hormat.
"Ia memiliki gravitasi yang luar biasa. Ketika saya bertemu dengannya, saya tidak bisa membungkuk hormat. Bahkan aku tidak tahu bagaimana caranya," katanya.
Namun, Wadsworth merasa benar-benar memujanya. Sehingga ia mampu melukiskannya dengan ekspresif. "Aku melukisnya dengan sapuan kuas besar. Memang ada kelemahan manusia di sana juga."
Lady Thatcher diketahui sangat mencintai karya seni lukisan. Meski ketika dirinya dilukis ia selalu mengatakan tampak 'sangat ganas'.
"Jika mereka mencintainya, mereka tidak mungkin setuju dengan cara saya melukiskan Lady Thatcher," katanya. Lukisan ini pun sudah dibeli oleh kolektor pribadi seharga Rp 8 milliar.
Penasihat Gedung Commons, Mould mengatakan, "Ini adalah potret yang paling berani dari wajah seorang perdana menteri. Paling tidak, ini karena Thatcher sendiri mau dilibatkan untuk dilukis."
(tia/utw)











































