Sophie de Oliviera Barata adalah seniman yang cukup iseng untuk membuat tangan dan kaki palsu beraksesoris ini. Perempuan yang bengkel sederhananya berada di London, Inggris ini kini sudah punya banyak pelanggan.
Salah satunya adalah model dan atlet yang menggunakan tangan palsu. Namanya Jo-Jo Cranfield, 20 tahun. "Rasanya tidak seperti menggunakan tangan palsu, tapi lebih sebagai aksesoris," kata Jo-Jo yang menggunakan tangan kiri palsu pada The Observer seperti dikutip Guardian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sophie banyak membuat kaki dan tangan palsu yang sepintas kesannya seperti potongan tubuh asli dari seseorang, saking miripnya. Untuk membantunya membuat karya, selama tiga bulan Sophie bekerja dibantu sebuah perangkat robot. Robot ini sangat berguna mulai dari memasang batu permata hingga mengeluarkan sinar laser.
Di sudut ruangan, ada sebuah alat yang mirip pembuat pasta. Tapi bukan menghasilkan kulit lasagna, alat itu menghasilkan lembaran tipis silikon yang kemudian dicetak De Oliveira.
"Ini adalah tahap awal. Saya hanya harus menggabungkan beberapa bagian dengan tingkat warna yang berbeda," kata De Oliveira. "Lalu saya akan menyedot keluar udara dari balon cetakan lantas mengukirnya. Sesudah itu tinggal di matangkan di oven dan dibersihkan."
De Oliveira, sudah menjadi pematung sejak sepuluh tahun lalu. Namun menjalankan proyek tangan dan kaki palsu ini baru dua tahun terakhir. Klien pertamanya adalah seorang gadis kecil bernama Pollyanna yang meminta kaki palsu dengan hiasan. "Aku mesti membuat kaki untuknya tiap tahun karena dia masih terus tumbuh. Tiap tahun Pollyanna juga minta hiasan yang berbeda-beda."

De Oliveira memang punya latar belakang pendidikan yang mendukung. Dia adalah lulusan bidang spesial efek prostetik untuk film di University of the Arts London. De Oliveira punya dua tujuan dalam membuat kaki tangan palsu berhiasnya.
Pertama mengubah persepsi masyarakat akan pengguna kaki dan tangan palsu, kedua meningkatkan rasa percaya diri pengguna kaki dan tangan palsu.
Karya De Oliveira kini juga digunakan oleh para veteran perang. "Mereka jadi lebih bangga akan kaki tangan palsu mereka. Apalagi mereka bisa meminta model-model yang berbeda. Aku suka mendorong pelanggan untuk mengembangkan imajinasi mereka," katanya.
Misalnya saja Ryan Seary yang meminta kaki palsunya dihias sedemikian rupa hingga dia bisa tampil layaknya seorang cyborg. Atau proyek yang sedang diulik De Oliviera saat ini. Yakni kaki palsu seorang pria yang ingin ditampilkan layaknya kaki alien dari luar angkasa.

(utw/utw)











































