"Kepala rasanya kayak mau pecah tiap hari digenjot ritme kerja begitu. Kalau sudah mentok enggak dialihkan bisa bahaya. Pengalihannya ya minum bir sama curhat ke teman yang dipercaya," kata Jitet kepada detikHOT, Sabtu (28/12/2013).
Pria kelahiran Semarang, 4 Januari 1967 ini bilang, bir hanya mampu melupakan beban sementara. Bisa dikatakan sebagai bagian dari penyegaran pikiran alias refreshing. "Untuk melupakan sesaat (bir) paling manjur. Tapi, ya enggak sampai teler (mabuk)-lah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lain lagi dengan Hendricus David Arie, kartunis muda dari sebuah media ternama. Untuk menghilangkan stres, pria 33 tahun itu lebih senang menghabiskan waktu dengan vespa. Di rumah, dia memiliki tiga koleksi vespa dan skuter. Masing-masing vespa milik ayahnya tahun 1974, vespa jenis forsa tahun 1993, dan piaggio keluaran terbaru.
"Saya lebih suka muter-muter naik vespa, jalan sama teman-teman. Kayak gitu bikin refresh," kata pria yang akrab disapa David tersebut. Diakuinya, kartunis yang bekerja di media hampir sama dengan jurnalis. Setiap hari berkutat pada deadline. Maka dari itu, perlu penyegaran yang wajib dilakukan paling tidak seminggu sekali.
"Kerja apapun refreshing itu wajib. Saya dulu minum bir, tapi bukan buat refreshing. Mabuk malah bikin ngantuk buat saya," ujarnya.
(utw/utw)











































