Mereka adalah Syamsuar Sutan Marajo, 65 tahun asal Solok, Sumatera Barat, Irawati Durban Ardjo, 70 tahun asal Cirebon, Jawa Barat, Serta Amaq Raya, 80 tahun dari Lombok Timur.
"Seni tari tradisi biasanya disebut memiliki pengaruh besar dalam menciptakan tarian di Indonesia, termasuk yang tercermin di para koreografer kontemporer," kata Komite Tari DKJ, Sukarji Sriman di Teater Kecil, TIM, Rabu malam (18/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti Tari Tan Bentan dari Minangkabau adalah tarian antar generasi ke generasi lainnya. Sedangkan tari tradisi dari khas Jawa Barat, Tari Klana Bandopati Losari merupakan salah satu contoh tari tradisi yang diturunkan dari daerah Losari, Cirebon.
Sama halnya dengan Tari Gagak Mandiq dari Lombok Timur karya maestro Amaq Raya menceritakan mengenai burung gagak sebagai simbol kematian. Tarian ini populer pada 1956 sehingga menjadi referensi para penari di Lombok hingga kini.
"Tradisi ini sering dibuat ulang oleh para penari kontemporer. Membicarakannya adalah sebuah perspektif historis-artistik yang tidak pernah ada habisnya," katanya.
Program Maestro!Maestro! ini merupakan acara tahunan DKJ dan selalu mementaskan beragam tari tradisi yang ditarikan sang empu. Serta diadakan workshop maupun diskusi dialog tari.
(tia/utw)











































