Β
Pasalnya, masyarakat hanya akan melihat apa yang terlihat dari luar. Perilaku yang tidak lumrah atau pola pikir yang berbeda dengan orang banyak. Padahal itu cuma gejala.
Β
Seniman Patrick Smith punya cara untuk menjembatani kesepian pengidap dan masyarakat awam ini. Caranya dengan mengajak orang berempati pada perasaan pengidap.
Β
Smith mencoba membuat beberapa poster minimalis yang menggambarkan perasaan orang yang mengidap masalah mental seperti depresi, Obsessive Compulsive Disorder (OCD) dan sebagainya.Β

Β
Goresan geometris dengan gradasi warna monokrom menurut Smith cukup tepat untuk menggambarka perasaan pengidap tanpa banyak kata. Menerjemahkan kesepian dan kegelapan yang mereka rasakan.
Β
"Isu kesehatan mental seringkali hingga saat ini dianggap tabu. Aku ingin membuat poster berseri yang menarik untuk masyarakat, yang juga bisa bersuara di dunia digital," kata Smith seperti dilansir Huffington Post.Β

Β
Karya Smith tampaknya ingin menjelaskan betapa kompleksnya kondisi para pengidap masalah mental. Salah satunya misalnya Smith menggambar barisan kotak putih dalam ukuran dan jarah yang sama. Tapi ada satu kotak yang miring sedikit saja.
Β
Jika kita menatap poster itu, mungkin ada perasaan menggelitik untuk memperbaiki kotak yang miring itu. Itulah yang dirasakan pengidap OCD dalam kesehariannya.
Β
"Memang ada yang menuduh saya menyederhanakan masalah yang sebenarnya," kata Smith. Tapi setidaknya kata sang seniman, poster-poster ini menunjukkan orang mulai memperhatikan apa sebenarnya yang dirasakan para pengidap.
Β
Tak peduli seberapa tepat gambar itu mewakili perasaan pengidap. "Benar atau salah, itu akan menciptakan banyak pembicaraan. Itulah yang aku inginkan."
Β
(utw/tia)











































