Mengusung Jakarta baru, dalam pagelaran seni dan budaya itu menampilkan wajah Jakarta dari tempo dulu hingga sekarang. Dalam pembukaan Festival Etnik & Heritage Jakarta Baru ini diisi dengan berbagai penampilan kolaborasi budaya. Salah satunya ada penampilan musisi senior Dwiki Dharmawan.
"Jakarta merupakan rumah untuk budaya dari seluruh suku bangsa. Hari ini saya mengajak serta saudara-saudara saya dari Pulau Rote, Pulau Flores, dan Pulau Timor," ucap Dwiki Dharmawan usai mengisi acara pembukaan Festival Etnik & Heritage Jakarta Baru di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan (14/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya merasa bangga karena ibu-ibu Bhayangkari Polda Metro Jaya bisa melestarikan batik Betawi," ujar Susi Sudjarno selaku istri Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Sujarno. Penyerahan pengghargaan tersebut juga dihadiri oleh istri Wakapolri Komjen Pol Oegroseno, Ning Oegroseno.
Di mata musisi Dwiki Dharmawan, Jakarta merupakan miniatur suku bangsa yang ada di Indonesia. Semua suku adat ada di Jakarta. Bahkan seni dan budaya Nusantara ada di Jakarta.
"Hari ini saya mengajak serta saudara-saudara saya dari Pulau Rote, Pulau Flores, dan Pulau Timor. Kami memainkan musik kolaborasi sasando dengan quire dan keyboard," ungkap Dwiki.
Dalam festival ini juga dipamerkan beragam ciri khas keebudayaan Betawi. Siapapun yang datang ke acara ini bisa melihat, mulai dari alat musik, kendaraan, sampai makanan khas Betawi.
Festival ini juga menggelar peragaan busana dari tiga perancang busana batik betawi, yakni Ema Damayanti, Desy, dan Wenny. Melalui festival ini diharapkan batik dan kebudayaan Betawi makin hidup dan diminati masyarakat.
(pus/fkh)











































