Peserta Harus Bisa Mempertahankan Penonton Dan Populer Di Media Sosial

Festival Teater Jakarta 2013 (2)

Peserta Harus Bisa Mempertahankan Penonton Dan Populer Di Media Sosial

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 09 Des 2013 10:22 WIB
Peserta Harus Bisa Mempertahankan Penonton Dan Populer Di Media Sosial
Manahan Hutauruk, ketua Project Officer FTJ 2013 (Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Jakarta - Ada yang berbeda dari festival teater tahun ini. Jika biasanya, hanya diikuti 15 grup teater, kini lebih banyak.

"Iya memang lebih banyak dari tahun lalu. Ada 15 grup ditambah 3 grup yang juara tahun lalu. Totalnya 18 grup," kata ketua project officer FTJ 2013, Manahan Hutauruk kepada detikHOT Rabu (11/12/2013) lalu.

Tahun lalu, tiga grup pemenang yakni Teater Ghanta, Amoeba, dan Indonesia. Menurut Manahan, biasanya di regulasi tahun-tahun sebelumnya hanya ada satu grup teater pemenang yang kembali ikut lomba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menimbang kembali kebutuhan masyarakat teater masa kini. Sehingga ketiga grup pemenang tahun lalu ikut lagi.

Sejak penyelenggaran festival yang kembali dilaksanakan oleh DKJ, kata pendiri Teater Suara Inspirasi Muda (SIM) ini penyeleksian di wilayah menjadi makin ketat.

"Di setiap wilayah, sudah ada juri masing-masing. Para grup teater diarahkan sesuai tema tahun ini, lebih diutamakan buatan naskah sendiri," ujarnya.

Sebanyak 18 grup teater selama 11 hari waktu pementasan ini memiliki tantangan sendiri di festival kali ini. "Bisa enggak mereka mempertahankan para penonton untuk menonton pentasnya," katanya.



Minimal para penonton grup teaternya berkicau di social media seperti twitter dan facebook, sehingga menjadi populer dibicarakan.

"Mereka harus bertarung sendiri, juri harus suka dan penonton juga suka. Bisa berhasil secara standar visualnya tapi tetap nyeni," ujar Manahan.

***

Pria kelahiran 8 Juli 1973 ini juga mengatakan para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang Rp 25 juta bagi grup terbaik pertama. Sedangkan Rp 5 juta bagi grup kedua dan ketiga.

Tapi uang bukan segalanya, menurutnya ada beberapa syarat untuk mencapai sebuah kemenangan.

"Sebuah grup teater harus punya kolektivitas bersama, militansinya, ada ide brilian, pencapaian artistik dan bisa membuat kita penonton terpana."

Selain itu, kata Manahan, jika ada idiom-idiom baru yang pernah ada lalu dimunculkan kembali ke panggung, itu menjadi nilai plus.

"Nyatanya tiap tahun, kualitas dari grup teater meningkat tajam. Mereka mulai aware juga dengan membuat karya sendiri dan artistik yang mengejutkan," ujarnya.



(tia/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads