Maka dalam pamerannya kali ini di Philadelphia, ia menampilkan beberapa objek khas tahun 90-an seperti handycam atau keyboard lama dan memberi sentuhan abu vulkanik yang sarat kehancuran.
Beberapa retak, pecahan kaca, potongan tembok menampilkan bagaimana traumanya yang masih terbawa hingga sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memikirkan tentang badai yang datang cepat, kemudian membawa kehancuran. Ini adalah proyek dimana saya merasa akrab sekaligus terganggu dengan badai."
Dalam pameran yang dibuka mulai 5 Desember 2013 lalu, ia banyak mengeksplorasi tekanan antara yang statis dan dinamis, antara masa depan dan masa lalu.
Pamerannya yang berjudul Future Relic ini menjadi bagian dari kegiatan seni bernama Art Basel yang berlangsung di Miami.
(ass/utw)











































