Ini Gerakan Tarian Khas Dari Gumarang Sakti Dance Company

Kembalinya \'Gumarang Sakti\' (6)

Ini Gerakan Tarian Khas Dari Gumarang Sakti Dance Company

- detikHot
Rabu, 04 Des 2013 16:04 WIB
Ini Gerakan Tarian Khas Dari Gumarang Sakti Dance Company
Alvianto, pengajar untuk workshop Gumarang Sakti (Tia Agnes Astuti/detikHOT)
Jakarta - Siswa jurusan seni tari dan karawitan SMKN 57 Pasar Minggu, sudah memenuhi ruangan workshop samping Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Sabtu sore lalu (1/12/2013).

Mereka menunggu dimulainya workshop seni tari kontemporer dari Gumarang Sakti Dance Company. Muncullah ke atas panggung Alfiyanto dan Jeffri.

"Kita akan belajar gerakan dasar dari Gumarang Sakti. Ini juga yang dijadikan sebagai tarian pembuka kemarin malam," kata Alfiyanto kepada seluruh peserta workshop.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sontak, mereka sudah memenuhi panggung dan lantai bawahnya. Ada beberapan gerakan yang diajarkannya selama satu jam.

Menurutnya, dasar-dasar gerakannya terinspirasi dari pencak silat. "Sama ibu, diramu sehingga jadilah karakter Gumarang. Tajam, patah-patah, dan penuh kejutan."



Memang ada kalanya, kata dosen seni tari Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung, gerakannya melambat. Namun tetap saja ada ciri khas gerakan penuh hentakan dan kejutan.

Hal yang sama juga dikatakan oleh koreografer Benny Krisnawardi. Ciri khas dan karakter gerakan Gumarang akan terlihat ketika mereka bergerak menari.

"Tajam, patah-patah, tegas. Itu karakternya. Tak hanya visual gerak tapi juga sikap yang ditunjukkan bagi seorang penari," ujarnya.

Penari pria pun, tidak akan terlihat gemulai, namun justru tampak kejantanannya ketika menari. Benny yang sudah belajar di sana sejak 1986 ini mengatakan para muridnya akan kesulitan keluar dari gerakan Gumarang.



Tapi seperti yang dinasehatkan Gusmiati kepada seluruh anak-anaknya untuk mencari ciri khas masing-masing. Maka, Benny membuat bentuk swing maupun membentuk lingkaran ketika menari.

"Saya selalu memasukkan itu, untuk membedakan visual bentuk. Secara karakter, masih terbentuk di kita karena itu ada di aura," ujarnya.

Untuk menyamakan rasa dalam menari ini, mereka diharuskan berada dalam karantina studio Gumarang selama tiga bulan. Di sana, sudah diisi oleh para penari berkualitas terbaik di Indonesia.

Latihannya berlangsung sebanyak tiga kali dalam sehari. Di antaranya dari jam 8 pagi sampai 12 siang. Dilanjutkan jam 2 siang sampai 5 sore, lalu istirahat. Serta dimulai kembali jam 8 malam sampai 11 malam.

"Begitulah jadwalnya, jadi kalau kita menggabungkan rasa lebih mudah. Menghapalkan tariannya juga lebih gampang," kata Benny.



(tia/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads