Perpustakaan Vatican Dan Bodleian Membuat Versi Online Koleksi Bukunya

Perpustakaan Vatican Dan Bodleian Membuat Versi Online Koleksi Bukunya

- detikHot
Selasa, 03 Des 2013 15:44 WIB
Perpustakaan Vatican Dan Bodleian Membuat Versi Online Koleksi Bukunya
Perpustakaan Bodleian (dok. Telegraph)
Jakarta - Mendigitalisasi dan membuat sistem online untuk koleksi buku perpustakaan memang tak mudah. Apalagi perpustakaan yang dimaksud adalah perpustakaan yang tergolong besar di dunia.

Tapi nyatanya itu sangat mungkin untuk dilakukan. Ada dua perpustakan besar di dunia yang sedang melakukan proyek ini secara bersama-sama.

Yakni perpustakaan Vatican dan perpustakaan Bodleian di Oxford University, penyandang dananya adalah Yayasan Polionsky. Uniknya lagi kedua perpustakaan itu mengonlinekan sejumlah arsip dan Injil yang tergolong kuno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Termasuk Injil Gutenberg yang ada di Bodleian. Injil ini berasal dari tahun 1455 dan menghabiskan sampai 1,5 juta halaman online.

Injil Guterberg -- injil pertama dari 50 edisi yang masih bertahan ini dibuat dengan mesin cetak logam pertama. Injil ini bukan satu-satunya naskah langka yang dionlinekan. Sejumlah buku dan manuskrip yang bentuk fisiknya sudah sangat ringkih juga berhasil di onlinekan.

Website bersama dua perpustakaan itu diluncurkan pada hari ini setelah dibangun selama kurang lebih 4 tahun terakhir.

Situs itu juga akan berisi sejumlah koleksi karya tulis para ilmuwan. Juga wawancara dengan ahli perpustakaan dari Oxford dan Vatican dan Kardinal Canterbury, Justin Welby, yang mengatakan pendigitalisasian adalah sebuah hal yang penting di dunia saat ini.

"Ketika Anda membaca naskah-naskah kuno ini adalah juga pengangkatan jiwa ... Saya pikir, mereka yang membuat naskah tercetak di masa lalu juga berpikir bahwa percetakan itu kemajuan yang luar biasa. Dulu upaya membukukan naskah-naskah ini pastilah sangat berat dan mengikat."

Dua institusi ini memang sama-sama terhormat untuk ukuran perpustakaan. Perpustakaan Vatican didirikan tahun 1451 oleh Paus Nicholas V dengan tujuan "Sebagai tempat masyarakan umum belajar."

Sementara perpustakaan Bodleian awalnya dibuka tahun 1602 untuk para mahasiswa dan pelajar.

Namun dalam operasionalnya perpustakaan Bodleian tidak berdiri sendiri, tapi bekerjasama dengan perpustakaan Duke Humfrey sejak tahun 1488 yang menyertakan sejumlah koleksi buku yang lebih kuno dari yang dimiliki Bodleian.

Seperti dilansir The Telegraph, dua perpustakaan ini memiliki materi koleksi naskah yang hampir sama dan bahkan dari edisi yang sama.

Diantara buku dan naskah yang didigitalisasi ini diantaranya adalah
koleksi kecil tapi penting peninggalan masa Yunani yang disimpan di Vatican. Termasuk teks sastra kuno macam Homer,Sophocles, Plato dan Hippocrates.

Koleksi naskah di perpustakaan Vatican termasuk naskah Yahudi dari codex paling kuno dan manuskrip yang di ikat menjadi buku.

Juga ada salinan dari Injil yang ditulis tangan yang dibuat pada tahun 1100 di Italia. Totalnya ada sekita 8900 koleksi buku dan naskah yang disebut incunabula atau koleksi awal percetakan pertama di Roma.





(utw/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads