"Namarina memulai dengan balet klasik. Kami percaya balet klasik adalah pondasi segala macam tari," kata Maya. Jika sudah punya akar balet klasik, biasanya mudah untuk melakukan gerakan-gerakan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kelas jazz berkembang lagi berbagai cabang seperti jazz for kids, jazz hip-hop, balet jazz. Sementara dari kelas senam juga berkembang berbagai jenis, mulai dari aerobik, pilates dan yoga. "Tapi dengan ramuan kita sendiri," kata Maya menambahkan.
***
Maya kemudian mengamati antusiasme masyarakat, makin lama makin besar minatnya untuk bidang seni pertunjukan. Pembagian kelas seperti ini jadi semakin penting.
Misalnya balet klasik pada dasarnya sama dengan musik klasik. Keduanya memerlukan waktu belasan tahun untuk dipelajari hingga bisa menyelesaikan tingkat mahir.
Tak jarang dalam perjalanan belajar ada yang gugur karena kurang berbakat. "Balet klasik itu perlu memilih badan. Dalam artian ototnya harus seimbang, long torso, long leg, dan lainnya. Jadi memang tidak semua orang bisa," kata Maya menjelaskan.
Menurut Maya, sebenarnya rata-rata badan orang Indonesia tidak cocok untuk balet klasik. "Kita lebih cocok untuk tari yang lebih modern, kontemporer, tradisional karena lower body kita heavy genetiknya."
Ini kenapa Namarina menyediakan kelas lain. Namun jika tak berbakat di seni taripun murid-murid masih bisa dikembangkan dilibatkan dalam
produksi pementasan Namarina.
Seperti menjadi koreografer, stage manager atau bagian wardrobe."Dengan berkembangnya banyak bidang, yang bisa dia geluti akhirnya harapan tidak pupus," jelas Maya.
(ass/utw)











































