Mari kita lihat dari sudut pandang sang senimannya. Ada keasyikan tersendiri yang dirasakan Rizky Aditya Nugroho saat tangannya menggambar sebuah tembok. Inspirasi mengalir bebas, kebanyakan ungkapan hati.
Menurut pria yang terkenal dengan sebutan Bujangan Urban ini, seni menggambar tembok, atau mural, lebih dari sekadar memanjakan hasrat dan memuaskan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dalam mural juga mengandung kebebasan dimana semua orang bisa menikmatinya tanpa perlu datang ke sebuah tempat khusus.
"Mural yang ada di jalan memiliki nilai propaganda yang cukup besar karena akan banyak mata yang melihat," ujarnya.
Untuk membuat karya mural, lanjut Bujangan, hal terpenting adalah jiwa serta passion. Teknik bisa dipelajari, namun membutuhkan waktu dan proses.
Dia sendiri sudah lebih dari 10 tahun menekuni dunia seni jalanan. Selama itu pula, ratusan karya diciptakan. Hampir semua tentang grafiti dan mural.
"Saya menyukai jalanan sudah dari dulu. Sampai sekarang enggak ada bosan," kata Bujangan.
(fip/utw)











































