Wanita kelahiran Bandung, 26 September 1987 ini bilang, kamar merupakan area yang paling membutuhkan waktu lama dalam hal pengerjaannya.
"Desain kamar ini paling ribet dan lama. Aku gonta ganti desainer sampai tiga kali. Ya, karena bermasalah-lah. Terakhir, temanku sendiri yang desain," kata Fitri saat ditemui di rumahnya kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kamar tersebut memiliki luas yang besar. Lengkap dengan televisi, meja kerja, ruang rias, dan kamar mandi. Bisa dibilang, spot inilah yang paling kuat dari keseluruhan rumah.
Untuk lantai dan dinding, Fitri sengaja memakai paduan nuansa kayu granit dan cat putih agar terkesan hommy. Sedangkan perabot seperti tempat tidur serta meja rias dibiarkan natural sesuai warna dinding.
"Kamar itu tempat favorit aku kalau di rumah. Jadi, inginnya yang sesuai sama maunya aku, yang lengkap juga. Istilahnya aku banget deh. Aku suka banget nuansa vila dan alam, makanya dipakailah granit," ujarnya.

Jarak antara atap dan lantai dibuat sangat tinggi karena wanita berusia 26 tahun itu memasukkan desain split level dimana kamar tersebut punya dua lantai.
Ada tangga melingkar dengan aksen pegangan hijau untuk menuju ke atas. Di sinilah Fitri meletakkan semua koleksi wardrobe. Mulai dari baju, sepatu, hingga aksesoris seperti kalung, anting, dan gelang.
"Ini aku sebut ruang wardrobe. Semua koleksi ditaruh di sini. Jadi, yang di bawah enggak terasa penuh," katanya.

Meski tidak terlalu besar, ruangan ini cukup fungsional. Ada kaca besar yang menyatu dengan lemari tempat menyimpan aksesoris. Juga, ruang fitting mini yang biasa digunakan Fitri maupun teman-temannya saat menjajal pakaian.
"Sekalian saja dibikin ada ruang fitting biar kalau coba baju enggak bolak balik. Bisa sekalian ngaca juga," ujarnya.

(/)










































