Kira-kira ungkapan inilah yang menjadi inti diskusi tentang spekulasi ruang, strategi warga, dan negara yang merupakan rangkaian Jakarta Biennale 2013, pekan lalu.Β
Salah satu karya yang kental wacana kontekstual adalah proyek Wok the Rock. Di gelaran ini, merekaΒ ingin membuat proyek seni yang dapat dillihat sebagai gerakan aktivisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruang publik dengan sentuhan artistik juga dilakukan oleh panelis lain dalam diskusi tersebut. Proyek mereka tersebar di seluruh penjuru Jakarta. Seperti Jatiwangi Art Factory dan TrotoArt yang membuat lapangan futsal di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dan beberapa mural di tembok kota.
Seniman mancanegara pun ikut berpartisipasi. Seperti Vit Havranek yang mewakili Tranzit asal Republik Ceko dan KUNSTrePUBLIK asal German.Β "Siasat untuk perlawanan harus berubah karena musuh saat ini bukan lagi negara, melainkan pasar atau kapitalisme sebagai kekuasaan yang sangat opresif," ujar Vit HavranekΒ
Sementara Tranzit memampang karya berjudulΒ Encyclopedia of Failure,Β yang coba memperlihatkan sikap skeptis terhadap adanya perubahan.











































