Ia mengatakan penasaran dengan pentas kecil Teater Koma di museum. "Saya mau lihat cara mereka mendongeng dari cerita artefak museum. Tapi karena di twitter ramai, jadi mau nonton ke sini," katanya kepada detikHOT.
Mario tak sendiri, ia mengajak ketiga teman lainnya, yang kebetulan juga menyukai teater. Pentas yang berjudul 'Raibnya Celengan Majapahit' merupakan tontonan yang kedua baginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penonton pementasan teater tak hanya dari kalangan remaja, tapi ada juga anak-anak kecil yang datang bersama kedua orang tuanya. Seperti Andi, 7 tahun.
"Saya senang liat teaternya, lucu. Dia bisa serius tapi juga bercanda," ujarnya kepada detikHOT.
Banyaknya pengunjung di tiap pagelaran seni yang diadakan tim 'Akhir Pekan di Museum', sudah melampaui target yang direncanakan.
"Target kami dari sampai Desember nanti itu sekitar 1000 sampai 1500 orang. Tapi di bulan September saja sudah melampaui itu semua kok," kata Cross-Pollinator Akhir Pekan di Museum, Yudhi Soerjoatmodjo kepada detikHOT.

Lantaran target melebihi, Yudhi mengatakan kemungkinan besar pihak Museum Nasional akan menambahi kontrak pentas teater hingga tahun mendatang. "Insya Allah katanya mau ditambah lagi."
Program ini memang dibuat khusus bagi pengunjung Car Free Day (CFD) di hari Minggu pagi saja, namun, kata dia, rencananya acara seni dan budaya di museum akan bertambah banyak.
"Idenya adalah mengembangkan di akhir pekan. Jadi pengunjung enggak harus macet di hari biasa, tapi 200 meter dari Bunderan HI bisa jalan kaki ke sini," ujar produser Mystery of Batavia pada 2010 silam.
(tia/utw)











































