Apakah Banksy Hanya Sebuah Maskot Imajiner?

Kontroversi Banksy (1)

Apakah Banksy Hanya Sebuah Maskot Imajiner?

- detikHot
Senin, 11 Nov 2013 08:59 WIB
Apakah Banksy Hanya Sebuah Maskot Imajiner?
Jakarta - Reputasi Banksy dalam ranah seni grafiti dan ruang publik sudah diakui secara global. Ada yang menganggapnya seorang vandal, ada yang menganggapnya jenius. Ia ada di ranah spekulasi antara ada dan tiada. Identitasnya belum pernah sekalipun benar-benar terungkap. Banyak yang tutup mulut soal keberadannya.

Kontroversi yang meliputi dirinya, sekaligus terus membesarkan nama Banksy. Kali ini detikHOT akan menyuguhkan serba-serbi kontroversi Banksy, baik dari figur, karya maupun gerakan aktivisme yang ia jalani. Di luar itu semua, patut diakui bahwa Banksy adalah salah satu seniman grafiti terbesar abad ini.


***

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang bulan Oktober 2013 lalu, seniman grafiti Banksy menjadikan kota New York, Amerika Serikat sebagai kanvasnya. Ada banyak foto yang diklaim berhasil menangkap sosok Banksy. Namun akhirnya tak ada yang berani mengkonfirmasi dan tidak ada yang menunjukan Banksy saat sedang beraksi. Bertahun-tahun warga dunia terus berspekulasi akan sosok Banksy.



Suatu sore di Tahun 2006, dua orang pria berjalan ke sebuah gudang yang jauh dari wilayah komersial di kawasan Los Angeles. Pria yang satu keturunan Perancis, ia diketahui bernama Thierry Guetta alias Mr. Brainwash.

Ia adalah seorang pria eksentrik, seorang pembuat film dan diketahui sering bekerja sama dengan Banksy. Sementara pria yang satu lagi, berperawakan seperti tukang ledeng adalah Banksy itu sendiri.

Setidaknya ini pengakuan dari pemilik gudang, yang sore itu dijadikan tujuan dua pria ini. Pemilik ini bernama Joel Unangst. Ia menjelaskan bahwa Banksy tertarik dengan lokasi gudangnya yang berada di jalan buntu itu, sebagai pusat pengendali kegiatannya.

Omongan Joel Unangst tak dianggap sebagai kejutan istimewa. Karena sudah banyak pihak sebelumnya yang coba meyakinkan mereka pernah berinteraksi dan bertemu Banksy. Namun ini hanya sekedar omongan. Tak ada bukti kuat.


"Aku bersumpah Banksy benar-benar ada. Dan jika kamu mau bergaul dengannya, kamu tidak akan benar-benar bicara tentang dia," ujarnya seperti dilansir dari Huffington Post (31/10/2013).

Ia pun terus berceloteh bahwa Banksy itu pria jenius dan gila. "Dia seperti kebanyakan orang, tapi tidak ada orang yang seperti dia." Namun ada sebuah teori konspirasi, yang mengerucut pada kesimpulan bahwa Banksy itu tidak benar-benar ada.

Banyak orang yang meyakini ini. Salah satunya adalah seniman grafiti asal New York, James Top. Ia yakin bahwa Banksy hanyalah sebuah penemuan. "Ia adalah hasil temuan dari para pemain di dunia seni, yang kaya dan kuat. Ini diciptakan untuk mendapatkan uang, dengan membuat dan menjual karya dari sebuah maskot imajiner bernama Banksy," ujar James Top.

(ass/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads