Sejak 2005 silam, Youko Zin tertarik belajar membatik. Ia mengatakan di antara semua kebudayaan dan kerajinan tangan yang ada di seluruh Indonesia, hanya batik yang mampu menyentuh hatinya.
βAku banyak mengunjungi daerah di Indonesia, tapi hanya batik yang bisa membuat aku tertarik. Batik itu sangat indah,β katanya kepada detikHOT dengan bahasa Indonesia terbata-bata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Youko menceritakan proses membatik yang dipelajarinya mulai dari cara memakai canting dan malam, proses membuat cap tulis dan sebagainya. Serta proses pewarnaan atau pencelupan warna.
βSaya ingin menggabungkan antara kedua budaya. Batik dari Indonesia dengan khas kimono dari Jepang. Saya ciptakan keduanya menjadi satu original yang baru. Karena nasib batik dan kimono hampir sama,β ujarnya.
Ia pun membuat kimono batik selebar tiga meter dan diberi nama βAme Nimo Makezuβ. Motifnya yaitu air hujan, dalam bahasa Jepang artinya βameβ. Sedangkan nimo makezu ia artikan seperti angin yang bertiup laiknya badai.
Warna yang digunakan Youko adalah biru cerah dan jingga. Warna tersebut didapatkannya dari pohon Okane, pohon yang asli terdapat di Jepang. βJika dikasih obat pewarna, jadi lebih orange, seharusnya dari pohon okane itu merah.β
Lantaran pengalaman membatik di Yogyakarta ini, Youko kini sudah memiliki studio sendiri di Jepang, Ia memberikan nama βBatik Art Studioβ.
Ia pun belajar mencelup dengan tumbuh tumbuhan dari BIXA Orrellana, pabrik sekaligus tempat kursus batik milik Hendri Suprapto. Di Jepang, Youko memiliki merk original sendiri yang diberi nama βBunga Putihβ.
(utw/utw)











































