Koordinator Support and Promote Ruang Rupa Gallery Indra Ameng mengatakan artwork project ini adalah bagian dari aktivitas Ruru untuk memperkenalkan seniman muda. βKita memberikan ruang artistik bagi mereka yang mau berkreasi dan ekperimen di karya begadang ini,β katanya.
Begadang adalah topik menarik untuk dibicarakan dalam gagasan artistik. Para senimannya pun sudah dikenal melalui social media seperti blog, tumblr, instagram, facebook, maupun situs pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βKita sudah arahkan harus membuat empat alat yang biasa digunakan. Terserah mereka mau membuat yang mana saja. Idenya kita bebaskan kepada mereka,β kata Dila.

Di sana, terdapat 35 karya yang dipamerkan. Dari beragam karya tersebut, Dila menyebutkan ada perupa yang memang memfokuskan diri dalam satu ciri khas. Seperti perupa Natasha Gabriella Tontey, 24 tahun.
Dalam tiap karyanya, kata Dila, Tontey selalu menggunakan potongan kepala-kepala boneka. Ia menamatkan kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Pelita Harapan. Serta sudah mengadakan pameran beberapa kali sebelumnya.
βTontey termasuk seniman muda yang konsisten dalam tema βchildishβ dan membuat potongan kepala boneka atau barbie yang tidak terpakai. Itulah uniknya,β ujar Dila.
Ada pula karya kantung-kantung mata milik Ika Vantiani. Ia merupakan seniman yang berkarya membuat kolase dan kerajinan tangan dari bahan daur ulang. Ia pernah juga membuat pameran tunggal bertajuk 'Her Finger Power', di LirShop, Yogyakarta.
βKantung mata perempuan juga pas banget diaplikasikan di jam dinding dan totebag cewek. Itu juga sebagai bentuk begadang,β ujar Ika. "Wanita cantik tapi punya kantung mata, itu kan lucu dan identik dengan wanita karir yang sibuk dan bentuk wanita metropolitan yang suka begadang.β

(utw/utw)











































